Tak disangka, Camat Aranio Dedi Kurniadi masuk bursa bakal calon Wakil Bupati Kabupaten Banjar pada Pilkada 2024. Bahkan berdasarkan hasil poling di Polingkita.com, ia menjadi paling banyak memperoleh dukungan per-Selasa (7/5/2024) pagi.
Terpantau, ada 7 bakal calon wakil bupati yang masuk daftar poling. Dedi Kurniadi memperoleh suara sebanyak 523 voter (51,6 %), disusul Ketua PCNU Banjar Nuryadi 290 voter (28,6 %), H Fauzan Asniah 47 voter (4,6 %), Dirut RSUD Ulin Banjarmasin dr Diauddin 42 voter (4,1 %), Habib Ali Zainal Abidin Al Ahdal 41 voter (4 %), H Rozani Himawan 36 voter (3,6 %), dan terakhir Ketua PKB Banjar M Zaini 34 voter (3,4 %).
Dedi Kurniadi saat dikonfirmasi mengatakan ia sudah tahu poling tersebut, meski belum tahu siapa yang membuatnya. Ia akui, jauh sebelum tahapan Pilkada ini, banyak dukungan masyarakat agar ia terjun ke politik.
“Ketika sebelum Pemilu tadi banyak masyarakat yang menginginkan saya maju jadi caleg, tapi saya tidak mau, karena masih fokus melayani masyarakat dengan jabatan sekarang ini,” tutur Dedi.
Memasuki Pilkada 2024, rupanya Dedi mulai mempertimbangkan kepercayaan masyarakat terhadapnya. Terlebih, dirinya juga tidak lama lagi memasuki masa pensiun sebagai PNS, yakni sekitar 5 bulan lagi.
Berbekal 34 menjadi birokrat, Dedi sudah merasa cukup menguasai seluk beluk Kabupaten Banjar dengan segala potensinya. Pada Sabtu (4/5) tadi, ia memantapkan diri secara resmi mendaftar sebagai kandidat calon Wakil Bupati Banjar ke Partai NasDem.

“Saya sudah punya konsep jika nantinya dipercaya maju jadi calon wabup untuk membawa Kabupaten Banjar lebih baik lagi. Saya ingin menjadi seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi, bukan seperti dua sisi mata pisau satunya tajam satunya lagi tumpul,” terang Dedi.
Dukungan kepada Dedi disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat di Sungai Tuan Ulu, Astambul, Agus Salim (40). Ia mengakui, sejak Dedi menjabat Sekcam hingga Plt Camat di Astambul ada perubahan ke arah positif.
“Seperti kedisiplinan, pelayanan, dan bagaimana masyarakat. Mungkin karena latar belakangnya dari orang kesehatan sehingga mengedepankan pelayanan,” ujar Agus, mantan pambakal Sungai Tuan Ulu ini.
Menurutnya, sosok Dedi sebagai birokrat tulen sangat cocok berpasangan dengan orang politik. “Jadinya seimbang. Karena untuk memimpin suatu daerah harus di tangan orang paham terhadap tersebut,” pungkasnya.