Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 3 Mar 2026 17:07 WIB

Disdikbud Kalsel Perkuat Pendidikan Nonformal, Dorong Lulusan Lebih Kompetitif


 Disdikbud Kalsel Perkuat Pendidikan Nonformal, Dorong Lulusan Lebih Kompetitif Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) mengakselerasi penguatan pendidikan nonformal sebagai strategi menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Langkah tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, saat menghadiri kegiatan “Penguatan Kelembagaan Nonformal dalam Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penanganan Anak Putus Sekolah Tahun 2026” di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Tantri, pendidikan nonformal kini menjadi jalur strategis untuk menjangkau anak-anak yang terhambat melanjutkan pendidikan formal. Program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C tetap menjadi fondasi utama, namun diperkuat dengan model pembelajaran yang lebih adaptif melalui integrasi sistem formal dan nonformal.

Tak hanya berfokus pada akses, Disdikbud Kalsel juga menekankan pentingnya kualitas lulusan. Untuk itu, pihaknya menggandeng pemerintah kabupaten/kota guna mengintegrasikan pelatihan kecakapan hidup (life skill) dalam kurikulum pendidikan kesetaraan.

“Langkah ini bertujuan agar lulusan memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” ujar Tantri, Selasa (3/3/2026).

Transformasi digital turut menjadi bagian dari pembenahan. Sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) telah mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh serta asesmen berbasis komputer guna meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas proses belajar.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Foto: MCKalsel

Meski demikian, tantangan masih membayangi. Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dinilai belum optimal. Rendahnya minat baca serta tingginya paparan media sosial disebut menjadi faktor yang memengaruhi konsentrasi dan kualitas belajar peserta didik.

Tantri menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan dari dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan siswa.

“Keberhasilan pendidikan diukur dari siswanya dan hasil belajarnya. Kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tegasnya.

Melalui penguatan kelembagaan, kolaborasi lintas daerah, serta transformasi pembelajaran, Disdikbud Kalsel mendorong pendidikan nonformal menjadi instrumen efektif untuk memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya atas pendidikan dan memiliki bekal kompetensi untuk bersaing di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Komisi III DPRD & Dinas PUPR Kalsel Tinjau Infrastruktur Air Bersih, IPA Mekarsari Siap Layani 4.000 Sambungan Rumah Mulai 2027

17 Juli 2026 - 20:12 WIB

Dorong Inovasi Pemuda Peduli Lingkungan, Dispora Kalsel Akan Gelar Pepelingasih 2026 di Akhir Juli

17 Juli 2026 - 20:08 WIB

Jalan Amblas di Sungai Lulut, Dishub Kalsel Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Usai Penutupan Jalan

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Manfaatkan Aset Bank Indonesia, Pemprov Kalsel Ingin Hidupkan Kembali Industri Intan Martapura

16 Juli 2026 - 18:09 WIB

Melalui TMMD ke-128, Pemprov Kalsel & TNI Rampungkan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan di Tiga Daerah

16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Pemprov Kalsel Akan Gelar Soft Opening Tugu Pal 0 Kilometer, Diawali Nobar Final Piala Dunia

15 Juli 2026 - 18:48 WIB

Trending di ADVERTORIAL