Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

DPRD · 16 Okt 2025 18:53 WIB

DPRD Banjar Dorong Pengembangan Desa Wisata Melalui Sosialisasi Perda Kepariwisataan


 DPRD Banjar Dorong Pengembangan Desa Wisata Melalui Sosialisasi Perda Kepariwisataan Perbesar

Martapura, Ricek.ID – Upaya pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Banjar kembali mendapat dorongan dari legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh, S.H.I., bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Banjar menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang kepariwisataan Tahun 2025, Kamis (16/10/2025), di Sekretariat KNPI Banjar.

Kegiatan dihadiri tokoh pemuda, perangkat desa, pelaku usaha wisata, dan masyarakat yang aktif mendukung pengembangan pariwisata lokal. Dalam sambutannya, Rahmat Saleh menekankan pentingnya pemahaman terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Kepariwisataan Daerah (RIPPDA) Tahun 2024–2025. Perda ini menjadi landasan hukum utama bagi pembangunan dan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di Banua.

“Melalui sosialisasi ini, kita ingin masyarakat dan pemerintah desa memahami arah kebijakan pariwisata Banjar. Desa wisata bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.

Perwakilan Bidang Pariwisata Disporapar Banjar menambahkan, RIPPDA 2024–2025 menitikberatkan pada penguatan desa wisata berbasis potensi alam dan budaya. Beberapa desa, seperti Kiram, Sungai Pinang, dan Tiwingan, telah mulai dikembangkan menjadi desa wisata unggulan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi interaktif, di mana peserta menyampaikan kendala dan aspirasi terkait pengelolaan destinasi wisata, mulai dari infrastruktur, promosi digital, hingga pelatihan sumber daya manusia. Rahmat Saleh menegaskan komitmen DPRD untuk mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan pendapatan melalui sektor pariwisata kreatif.

“Kami ingin setiap desa di Banjar memiliki karakter khas dalam pariwisata. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, Banjar berpotensi menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Sosialisasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dalam memajukan wisata desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antar-stakeholder demi terwujudnya Kabupaten Banjar sebagai destinasi wisata berdaya saing dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Menjelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah

10 Mei 2026 - 18:44 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, Polri Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan & Judi Bola

9 Mei 2026 - 18:46 WIB

Gasak Sejumlah Barang Di Universitas NU Kalsel, Polres Banjar Ringkus ICR

8 Mei 2026 - 19:51 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Distan Banjar Wajibkan Pengukuran Lahan Baru Pakai Sistem Poligon

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Trending di ADVERTORIAL