Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 23 Feb 2026 23:00 WIB

Hasil Survei, Angka Kemiskinan di Kabupaten Banjar Meningkat Saat Banjir


 Pemerintah menyalurkan bantuan saat banjir di Desa Bincau Muara, Martapura, Kabupaten Banjar pada 30 Desember 2025. Foto: dok/ricek Perbesar

Pemerintah menyalurkan bantuan saat banjir di Desa Bincau Muara, Martapura, Kabupaten Banjar pada 30 Desember 2025. Foto: dok/ricek

Martapura, Ricek.ID – Kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Banjar meningkat pada tahun 2025. Kata pemerintah, bencana banjir mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian dan usaha kecil. Banyak warga mengalami penurunan pendapatan akibat lahan terdampak dan terbatasnya mobilitas kerja.

‎Dari hasil Forum Monitoring dan Evaluasi (Monev) dalam Rapat Evaluasi Pembangunan Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2025 terungkap, angka kemiskinan meningkat dari 2,36 persen menjadi 2,74 persen. Hasil catatan tersebut melalui survei sosial ekonomi yang dilakukan pada triwulan pertama 2025.

‎Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) pun ternyata tidak sanggup menyerap Anggaran Tahun 2025 secara optimal dan tidak sesuai target pembangunan daerah. Padahal dinas tersebut punya tupoksi untuk menjaga kestabilan status masyarakat Kabupaten Banjar.

Meski demikian, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Banjar, Nasrullah Shodiq mengatakan, Dinas P3AP2KB tetap dinilai mencapai target kinerja optimal.

“Program Dinas Sosial mereka sesuai target tercapai dinilai dari kinerja, serapan anggarannya belum optimal,” kata Nasrullah usai rapat, di Aula Lantai 2 Barakat Kantor Bupati Banjar, Kamis (19/2/2026).

Sementara itu, Survei sosial ekonomi yang dilakukan pada triwulan pertama 2025 juga berlangsung saat kondisi banjir masih terjadi, sehingga berpengaruh terhadap hasil pengukuran kesejahteraan masyarakat.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan berbasis ketahanan bencana dan perlindungan sosial adaptif, agar dampak kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Media Gathering PT PTK dan PWI Kotabaru Dirangkai Aksi Sosial untuk Warga

22 September 2026 - 13:14 WIB

Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Karhutla

22 September 2026 - 12:59 WIB

Trending di DAERAH