Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

NASIONAL · 13 Jun 2026 18:04 WIB

KSP Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa & Pendapat Publik, Sebutkan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik


 KSP Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa & Pendapat Publik, Sebutkan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik Perbesar

Ricek.ID – Istana Presiden akhirnya angkat bicara mengenai maraknya kritik publik atas kebijakan pemerintah di media sosial serta kegiatan unjuk rasa yang dilakukan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Ia memastikan pemerintah selalu membuka ruang pendapat dan kritik.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” katanya dalam keterangan videonya kepada media pada Kamis (11/6/2026).

Karena itu, Dudung menilai kritik merupakan napas demokrasi yang harus membangun bukan sebaliknya. Ia meminta masyarakat untuk memahami kritik dan adu domba.

“Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

KSP mengingatkan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional.

“Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa,” ujar purnawirawan yang pernah menjabat KSAD tersebut.

Dudung lantas menyebut berbagai peristiwa yang pernah menguji keutuhan bangsa, seperti pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, hingga berbagai gerakan separatis yang berupaya memecah belah Indonesia. Selain itu, konflik di Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, dan sejumlah wilayah di Papua juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam menjaga keutuhan bangsa.

Kendati sebagai bangsa kerap menghadapi pelbagai tantangan, Dudung menegaskan Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki warisan luhur berupa semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang mengajarkan persatuan dalam keberagaman.

Satu hal, Dudung Abdurachman menyampaikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini terus bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat dan adil. Dudung mengajak seluruh masyarakat mempererat persatuan dan bekerja bersama demi meraih cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Mari kita, sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Terakhir, Dudung pun berharap perjalanan sejarah bangsa Indonesia dapat menjadi bahan refleksi dan introspeksi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

“Akhirnya, rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak refleksi dan introspeksi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” tukasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Identifikasi Dua Pelaku DPO Kasus Penembakan 3 ASN di Jayawijaya

13 September 2026 - 20:44 WIB

Lindungi Petani Hadapi El Nino, Kementan Alokasikan AUTP untuk 100 Ribu Hektare

13 September 2026 - 20:41 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Bawang Merah Brebes ke Thailand

13 September 2026 - 20:39 WIB

Indonesia Dukung Penguatan Ketahanan & Tata Kelola Global dalam KTT BRICS 2026

13 September 2026 - 20:37 WIB

Khataman Akbar Awali Pembukaan MTQ, Menag Berharap Dapat Tingkatkan Pemahaman Al-Qur’an

13 September 2026 - 20:35 WIB

MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Menag Sebut Perkuat Syiar & Persaudaraan Kebangsaan

13 September 2026 - 20:32 WIB

Trending di NASIONAL