Ricek.IDKotabaru– Seorang nelayan asal Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, yang sempat dilaporkan hilang selama dua hari di laut, akhirnya berhasil kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

Nelayan tersebut bernama Taufik Hidayat (40), warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan.

Kapolsek Pulau Sembilan, IPTU Agus Riyanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, Taufik Hidayat berangkat melaut seorang diri menggunakan kapal nelayan jenis kapal balapan untuk mencari ikan. Ia menuju ke rompong atau rumah ikan miliknya di perairan setempat.

Namun, ketika berada di tengah laut, kondisi cuaca tiba-tiba berubah drastis. Angin kencang melanda perairan sehingga memaksa korban untuk berlindung dan berjangkar di sekitar rompong. Demi keselamatan, Taufik memilih bertahan di laut sambil menunggu cuaca membaik, yang akhirnya membuatnya terjebak selama dua hari.

Pada Rabu (31/12/2025), setelah angin mulai mereda, Taufik mencoba kembali ke daratan. Sayangnya, di tengah perjalanan pulang, kapal yang digunakannya kehabisan bahan bakar sebelum mencapai pesisir. Ia pun kembali berjangkar di perairan yang tidak jauh dari Pulau Matasirih.

“Beruntung, tidak lama setelah kapal berhenti, korban terlihat oleh nelayan lain yang melintas,” ujar IPTU Agus Riyanto.

Nelayan yang memberikan pertolongan diketahui bernama Ami, warga Desa Labuan Barat, Kecamatan Pulau Sembilan. Melihat kapal Taufik terhenti di laut, Ami segera mendekat dan memberikan bantuan dengan cara menderek kapal korban menuju daratan.

Kapal Taufik Hidayat akhirnya berhasil ditarik dengan aman hingga ke Desa Maradapan. Setelah dua hari menghadapi kondisi sulit dan ketidakpastian di laut, Taufik tiba di rumah dan berkumpul kembali dengan keluarganya dalam keadaan selamat pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 11.30 WITA.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional saat melaut, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu. Keselamatan Taufik Hidayat pun menjadi kabar baik bagi masyarakat pesisir Kotabaru di penghujung tahun 2025.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version