Martapura, Ricek.ID — Dugaan keberadaan ikan mirip lohan di Waduk Riam Kanan semakin menguat setelah hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kemiripan bentuk tubuh dengan morfologi ikan hias tersebut.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Aranio, Ahmad Fauzi, menjadi pihak yang pertama menyampaikan identifikasi awal sebelum Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar melakukan pengambilan sampel.

Menurut Fauzi, sejumlah ikan hasil tangkapan nelayan memiliki ciri fisik menyerupai lohan.

“Bentuk tubuh dan perilakunya mirip lohan, hanya warnanya lebih kusam karena hidup di alam, bukan di akuarium,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ikan tersebut bersifat predator dan teritorial, serta mampu berkembang biak sepanjang tahun sehingga populasinya cepat meningkat dan mendominasi perairan.

“Anak ikan lokal seperti puyau, toman, nilem, dan gurame menjadi mangsanya,” ujarnya.

Fauzi menduga ikan itu bukan spesies asli Waduk Riam Kanan. Ia memperkirakan ikan tersebut berasal dari ikan hias yang dilepas warga puluhan tahun lalu dan kemudian berkembang tanpa kendali.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim DKPP Banjar turun ke lapangan pada Rabu (26/11/2025). Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah, membenarkan bahwa temuan sementara menunjukkan ciri yang menyerupai ikan lohan.

“Secara morfologi memang menyerupai lohan,” kata Bandi.

Namun, Bandi menegaskan bahwa penentuan jenis secara pasti membutuhkan kajian ilmiah. DKPP Banjar berencana berkoordinasi dengan BRIN, dinas provinsi, serta perguruan tinggi untuk memastikan asal-usul dan dampak ekologisnya.

“Penting memastikan apakah ini lohan asli, hibrid non-lokal, atau varian lain agar penanganannya tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, termasuk DKP Kalsel, untuk merumuskan langkah strategis penanganan.

“Kehadiran ikan ini mempengaruhi hasil tangkapan nelayan karena bersifat agresif dan invasif, meski tidak memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Analisis awal menunjukkan situasi yang perlu ditangani serius. DKPP Banjar menyiapkan langkah lanjutan berupa identifikasi ilmiah mendalam, penyusunan regulasi pelepasan ikan hias di perairan umum, edukasi bagi pemancing dan pembudidaya, serta pemantauan berkala populasi ikan.

“Kami mendorong semua pihak bekerja sama agar Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan spesies lokal terlindungi,” tegas Bandi.

Hingga kini, DKPP Banjar dan para penyuluh perikanan masih melakukan pemantauan lapangan serta menindaklanjuti laporan nelayan untuk memastikan identifikasi ikan dan dampaknya terhadap ekosistem waduk.

Pewarta: Rofhal Akwan

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version