Kabupaten Banjar, Ricek.ID – Selama dua tahun terakhir, warga Dusun Pangkalan RT 03, Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, harus menjalani aktivitas dengan keterbatasan akses akibat putusnya jembatan utama penghubung wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat perjalanan yang sebelumnya singkat berubah menjadi rute panjang dan melelahkan, bahkan memakan waktu hingga satu setengah sampai dua jam melalui jalur alternatif.

Harapan baru akhirnya muncul pada Senin, 6 April 2026, ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya upaya mengakhiri keterisolasian warga setempat.

Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan inisiatif Kodim 1006/Banjar yang dilaksanakan secara serentak di bawah jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai. Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga sebagai bentuk nyata komitmen TNI dalam meningkatkan konektivitas serta kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.

Komandan Kodim 1006/Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, mengungkapkan bahwa selama jembatan lama tidak berfungsi, warga—termasuk para pelajar—harus menghadapi tantangan besar dalam beraktivitas sehari-hari.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Perintis Garuda nantinya akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, dari yang semula berjam-jam menjadi hanya sekitar 15 hingga 20 menit.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, dalam sambutannya secara daring menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program bakti TNI untuk negeri, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kendala geografis.

Ia berharap, keberadaan jembatan tersebut dapat membuka akses yang lebih luas terhadap pelayanan publik serta memperlancar distribusi logistik masyarakat.

Kepala Desa Lok Tunggul, Ja’far, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah dan TNI terhadap desanya. Ia menilai, pembangunan jembatan ini tidak hanya berdampak pada kemudahan akses, tetapi juga menjadi penopang masa depan pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para petani.

Selain itu, jembatan ini juga akan memperlancar akses menuju sejumlah desa lain, seperti Desa Selan, Sungai Jati, Martapura, hingga Gunung Ulin.

Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Wakapolres Banjar Kompol Faisal Amri Nasution, Asisten II Pemerintah Kabupaten Banjar Ikhwansyah, perwakilan Kejaksaan Negeri Banjar, tokoh agama, serta aparat desa setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur tersebut.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, warga Desa Lok Tunggul kini menaruh harapan besar agar akses penghubung segera terwujud, sekaligus mengakhiri penantian panjang selama dua tahun di tengah keterbatasan.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version