Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Kab. Banjar · 31 Jul 2024 14:40 WIB

Kabupaten Banjar Berstatus Siaga Karhutla Hingga Akhir Oktober 2024


 Apel Siaga Bencana Karhutla Tahun 2024, di halaman kantor BPBD Banjar,  Rabu (31/7/2024) pagi. foto-MC Banjar Perbesar

Apel Siaga Bencana Karhutla Tahun 2024, di halaman kantor BPBD Banjar, Rabu (31/7/2024) pagi. foto-MC Banjar

Untuk menyatukan persepsi dan koordinasi dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Siaga Bencana Karhutla Tahun 2024, di halaman kantornya di Kawasan Indrasari Martapura, Rabu (31/7/2024) pagi.

Bertindak sebagai pembina upacara Bupati Banjar diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Damkar, PMI, RAPI, EBR serta relawan karhutla.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah menerangkan, bahwa Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang rentan akan terjadinya bencana karhutla. Untuk itu seluruh elemen dan stakeholder terkait dituntut untuk siap siaga menanggapi dan menanggulanginya.

“Berdasarkan kondisi cuaca saat ini kita harus meningkatkan upaya-upaya melalui kerjasama dalam pencegahan akan kemungkinan terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Banjar, terutama kawasan pertanian, perkebunan, lahan tidur, semak belukar dan lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak kerugian akibat karhutla diantaranya transportasi menjadi terganggu, jarak pandang pendek serta ikut tercemarnya udara. Hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan sedini mungkin.

“Memang membutuhkan koordinasi yang lebih intensif, kepada camat kami instruksikan agar mengumpulkan lurah dan kepala desa agar lebih gencar mensosialisasikan penanganan karhutla kepada masyarakat. Serta kepada perusahaan pemilik perkebunan agar lebih tanggap terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran di lahannya,” imbaunya.

Sementara itu Plt Kalak BPBD Banjar Warsita mengatakan penetapan status Siaga Darurat Karhutla berdasarkan hasil rapat koordinasi pada 25 Juli 2024 kemarin. Status ini berlaku hingga 31 Oktober mendatang.

Adapun persiapan pihaknya sudah menyiapkan puluhan personel dan posko untuk mengantisipasi bencana karhutla dimaksud.

Berdasarkan rakor kemarin lanjut Warsita, seluruh stakeholder sudah diinformasikan tentang upaya pencegahan dan penanganan bencana karhutla. Pihaknya sudah menyiapkan peralatan dan personel, termasuk mendirikan 2 posko di titik rawan yakni di Pengaron dan Sungai Pinang.

“Kalau musim kemaraunya berlanjut biasanya di daerah rawa seperti Gambut, Beruntung Baru Sungai Tabuk, Cintapuri dan Mataraman maka akan kami perbanyak posko di daerah rawan bencana tersebut,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Buru Api Marta Presisi Polres Banjar Gerak Cepat Jinakkan Titik Api di Belakang Gedung Bidlabfor

4 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Gelar Pisah Sambut Ketua PN Martapura, Bupati Banjar Apresiasi Pengabdian Pejabat Lama

4 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Peringati Hari Batik Nasional, TK Pertiwi Ranting Ajak Anak Belajar Membatik dengan Pewarna Makanan

4 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Asah Jiwa Wirausaha & Kreativitas Murid, SMP Negeri 1 Martapura Gelar Market Day

4 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dorong Budidaya Ikan Terintegrasi, DKPP Banjar Luncurkan Papuyu Smart

2 Oktober 2026 - 20:50 WIB

TK ‘Aisyiyah Ranting IV Martapura Gelar Mewarnai Peringati Hari Kesaktian Pancasila

2 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Trending di ADVERTORIAL