Kabupaten Banjar kini berstatus Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Status ini resmi ditetapkan oleh pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ditandai apel pada Rabu (31/7/2024).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Warsita, mengatakan status Siaga Darurat Karhutla berlangsung hingga 31 Oktober mendatang, sebagai upaya pencegahan sekaligus persiapan menghadapi musim kemarau ekstrem akibat El-Nino.

“Saat ini memang belum terjadi karhutla di Kabupaten Banjar, namun perlu ada upaya – upaya antisipasi mengingat tahun sebelumnya sampai kabut tebal,” ujar Warsita, usai apel kemarin.

Warsita bilang pihaknya sudah mendeteksi adanya 23 titik panas atau hotspot di kawasan hutan.

“Di wilayah Kecamatan Pengaron dan Sungai Pinang. Kebanyakan hotspot berada di kawasan hutan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan sampai 11 Agustus mendatang.

Itu dilakukan sebagai antisipasi Karhutla dan kekeringan di wilayah strategis yaitu Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut.

“Karena daerah tersebut berada di ring pertama dekat Bandara Syamsuddin Noor. Kami mengantisipasi adanya kabut asap akibat karhutla, karena akan mengganggu pada penerbangan,” ujar Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah di Halaman Kantor BPBD Kabupaten Banjar. Rabu (31/7/2024).

Suria lantas mengapresiasi langkah Pemkab Banjar bersama BPBD menetapkan status siaga karhutla. Banjar, kata Suria, menjadi kabupaten pertama yang menetapkan status.

Pemprov Kalsel sendiri, lanjut Suria, akan menetapkan status serupa jika sudah ada minimal dua daerah yang menerapkan.

“Syaratnya minimal dua daerah baru provinsi dapat menetapkan status siaga darurat karhutla. Kecuali jika dalam keadaan mendesak. Pemprov sendiri juga akan membantu dalam penanganan apabila memang sangat urgensi,” tegasnya.

Berkaca dari sebelumnya, Suria tidak ingin terulang lagi terjadi bencana asap. “Transportasi dan kesehatan terganggu, ekonomi menurun, pendidikan terhambat, apalagi kalau sempat mengganggu negara tetangga ini bisa menjadi masalah besar,” tandasnya.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version