Martapura, Ricek.ID – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Akhmad Bayhaqie, memberikan instruksi keras kepada penyedia jasa penataan Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Ia meminta perbaikan segera dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai membahayakan publik.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Bayhaqie menyoroti beberapa celah keamanan yang fatal jika dibiarkan, terutama bagi pengunjung anak-anak.

Berdasarkan hasil inventarisasi, ditemukan lubang sumur di area trotoar yang belum tertutup rapat serta instalasi kabel yang masih berserakan.

“Sumur di area trotoar itu sangat berbahaya Kami minta penyedia jasa secepatnya melakukan pengamanan dan penutupan, Begitu juga dengan kabel-kabel yang belum tertata,” tegas Bayhaqie.

Selain masalah keamanan, teknis drainase menjadi catatan serius. Bayhaqie mengungkapkan adanya perubahan desain dari sistem biopori ke drainase konvensional. Namun, ia menemukan fakta bahwa saluran tersebut belum terkoneksi secara sempurna, sehingga memicu genangan saat hujan deras.

“Kami sudah menyurati penyedia jasa secara tegas untuk menyambungkan saluran yang terputus tersebut. Tidak boleh ada lagi genangan di area taman,” tambahnya.

Meski proyek fisik selesai, Taman CBS kini memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan. Bayhaqie meminta masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas, terutama area rumput gajah mini yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Langkah responsif ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi Taman CBS sebagai ruang publik yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi warga Kabupaten Banjar.

Pewarta: Rachman
Editor: Hendra

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version