Teriakan histeris memecah suasana di ruang aula SMA Negeri 7 Kota Banjarmasin, Senin (9/9/2024) siang.
Ratusan peserta yang seharusnya menyimak materi sosialisasi internal sekolah, seketika panik berlarian tatkala melihat beberapa teman mereka terperosok ke dalam lubang di sudut bangunan.
Lubang tersebut menganga usai lantai aula mendadak ambruk. Lantai keramik itu runtuh dan menimbulkan lubang sepanjang sekitar 10 meter.
Di tengah kepanikan, sejumlah armada ambulans yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi sejumlah pelajar yang tercebur di kolong bangunan.
Data sementara, ada 3 korban akibat insiden yang terjadi. Seorang siswa luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah usai mendapat penanganan medis. Sedangkan, 2 siswi lainnya dirujuk ke RS Bhayangkara lantaran mengalami syok mendalam.
Salah seorang guru SMAN 7 Banjarmasin, Mihrab mengaku sempat terdengar bunyi konstruksi patah sebelum lantai bangunan ambruk.
“Diluar perkirakan, sebab memang aula ini biasa kita gunakan untuk acara dengan peserta jumlah besar. Bahkan sosialisasi ini masih belum seberapa dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya,” ucapnya.
Sementara, hasil identifikasi BPBD Banjarmasin menduga insiden ambruknya lantai aula akibat bagian bawah lantai yang terendam air dalam waktu lama, sehingga konstruksi menjadi lapuk.
Selain itu, minimnya daerah resapan air membuat aliran terkurung di bawah kolong aula SMA Negeri 7 Banjarmasin.
“Dari peninjauan akibat terendam air dalam waktu lama. Apalagi mengingat usia bangunan sudah puluhan tahun dan belum pernah direnovasi.
Yoshi menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan pihak sekolah diminta mengosokan bangunan lantaran adanya indikasi ambruk susulan.
“Kita lihat banyak muncul retakan panjang di beberapa titik lantai bangunan. Ini harus sesegera mungkin ditangani,” tandasnya.
