Ricek.ID – Pemerintah Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman laksanakan program budidaya semangka non biji sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut dikelola oleh Nurhadi bersama Sukadi dan dilaksanakan di lahan pertanian desa pada Minggu (17/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Desa Gunung Ulin dalam memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Penanaman dilakukan dengan melibatkan petani setempat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa melalui program ketahanan pangan. Semangka non biji dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan, diminati masyarakat, serta memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding semangka biasa.
Desa Gunung Ulin berharap program tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para petani. Selain itu, budidaya semangka non biji dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan desa.
Nurhadi mengatakan budidaya semangka non biji memerlukan perhatian dan perawatan intensif, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, pemupukan, hingga pengairan secara teratur agar menghasilkan buah berkualitas baik.
“Perawatan semangka non biji memang harus maksimal agar hasil panennya bagus. Kami berharap tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang memuaskan,” ujarnya.
Sementara itu, Sukadi mengaku optimistis terhadap hasil budidaya tersebut. Menurutnya, program ketahanan pangan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru di desa.
“Kami sangat bersyukur mendapat dukungan dari pemerintah desa. Mudah-mudahan hasil panennya nanti bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadi motivasi bagi petani lainnya,” katanya.
Selain memiliki nilai ekonomi yang baik, semangka juga dikenal sebagai buah yang kaya manfaat bagi kesehatan. Semangka mengandung banyak air yang membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi, terutama saat cuaca panas.
Buah ini juga mengandung vitamin A, vitamin C, serta antioksidan yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit. Kandungan likopen pada semangka dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung serta menangkal radikal bebas.
Selain itu, semangka rendah kalori sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga pola makan sehat. Kandungan serat dan nutrisinya juga membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Melalui program budidaya semangka non biji ini, pemerintah desa berharap masyarakat semakin termotivasi mengembangkan sektor pertanian modern yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Sumber : Media Center Banjar













