Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

KESEHATAN · 2 Jul 2026 18:13 WIB

Memasuki Kemarau Panjang, Kemenkes Perkuat Mitigasi Kesehatan Hadapi Dampak El Nino


 Memasuki Kemarau Panjang, Kemenkes Perkuat Mitigasi Kesehatan Hadapi Dampak El Nino Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perkuat langkah mitigasi krisis kesehatan menghadapi fenomena El Nino di tengah musim kemarau 2026, yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai gangguan kesehatan di sejumlah wilayah Indonesia.

Hal ini ditegaskan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, dalam webinar Kesiapsiagaan dan Respons Krisis Kesehatan dalam Menghadapi Dampak Elnino, di Jakarta pada Rabu (1/7/2026).

Ia mengatakan El Nino merupakan fenomena perubahan iklim global akibat meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur. Dampaknya tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko krisis kesehatan melalui bertambahnya penyakit menular, gangguan pernapasan, kekurangan air bersih, hingga ancaman malnutrisi.

“El Nino mempunyai dampak yang cukup serius. Selain memengaruhi perkembangan vektor pembawa penyakit, El Nino juga menyebabkan bencana kekeringan yang berpotensi menimbulkan kelangkaan air bersih dan kekurangan pangan. Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujar Agus.

Dijelaskan, perubahan suhu, kelembapan, dan curah hujan selama El Nino dapat mengubah pola penyebaran penyakit yang sensitif terhadap iklim. Penyakit tular vektor seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD) berpotensi meningkat karena suhu yang lebih tinggi mempercepat perkembangan parasit dan memperpendek masa inkubasi penyakit pada nyamuk penular.

“Selain itu, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, tuberkulosis (TBC), hingga diare juga diperkirakan dapat meningkat akibat memburuknya kualitas udara dan terbatasnya akses air bersih,” sebutnya.

Agus menambahkan, wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah perlu memperkuat kesiapsiagaan. Beberapa kabupaten di Pulau Jawa juga mulai mengalami kekeringan sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Kemenkes mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi masyarakat. Agus mengimbau masyarakat untuk melindungi diri dari paparan panas dengan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari dehidrasi, berteduh, serta menggunakan topi, payung, atau kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memastikan ketersediaan air bersih, menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk akibat asap atau debu, serta melakukan pengendalian vektor melalui gerakan 3M Plus dan penggunaan larvasida.

“Kita tidak mungkin menghalau El Nino karena itu merupakan fenomena alam. Namun kita bisa menyikapinya melalui mitigasi dengan mengelola ancaman, mengurangi kerentanan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat maupun pelayanan kesehatan. Itulah yang harus kita upayakan bersama-sama,” tegas Agus.

Kemenkes juga mengingatkan pengalaman Indonesia menghadapi dampak karhutla pada 2015, 2019, dan 2023 yang menyebabkan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta masyarakat terdampak gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Oleh karena itu, penguatan mitigasi, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko krisis kesehatan selama periode El Nino 2026–2027,” pungkasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian

2 September 2026 - 23:18 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

Karhutla Sebabkan Kabut Asap, Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan

1 September 2026 - 21:10 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Trending di NASIONAL