Menu

Mode Gelap
Video Viral Balita Naik Atap Rumah Dugaan Korupsi Server Disdik Banjarmasin Penyedia Ditahan Kerugian Negara Rp5 Miliar 463 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan Sinergi Kalsel Perketat Pengawasan Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengawasan Program Makan Bergizi Diperketat Panik Dipergoki Saat Mencuri, Residivis Tewaskan Siswi SMK di Kamar Mandi

KALBAR · 24 Apr 2026 07:52 WIB

Orangutan Masuk Permukiman Tim Gabungan Evakuasi dari Kebun Warga


 Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut. Perbesar

Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut.

Ricek.ID- Seekor Orangutan masuk ke permukiman dan merusak perkebunan warga di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), TNI, dan Polri melakukan observasi, identifikasi, serta evakuasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa dilindungi.

Kapolres Kayong Utara, Adi Prabowo, mengatakan pihaknya turut melakukan pendampingan di lokasi kejadian. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya kerusakan tanaman yang cukup signifikan akibat aktivitas satwa tersebut.

“Kami melakukan identifikasi dan observasi bersama tim gabungan dari YIARI, BKSDA, TNGP, TNI, serta masyarakat. Hasil pemeriksaan memastikan adanya tanda-tanda keberadaan orang utan di area perkebunan warga,” ujarnya.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan, tim memutuskan untuk mengevakuasi orangutan tersebut sebagai langkah mitigasi konflik. Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati demi menjaga keselamatan satwa dan warga sekitar.

“Evakuasi berjalan lancar. Saat ini orang utan telah dipindahkan ke Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Palung,” tambahnya.

Ia menegaskan, pendampingan ini tidak hanya bertujuan mengevakuasi satwa, tetapi juga untuk mengidentifikasi penyebab keluarnya orangutan dari habitat alaminya, sekaligus mencegah tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar di kawasan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Video Viral Balita Naik Atap Rumah

24 April 2026 - 09:03 WIB

Tabrakan Beruntun Tiga Truk di Sekadau Dua Orang Terluka

24 April 2026 - 08:01 WIB

Siswi SMK di Simpang Empat Banjar Ditemukan Tewas, Motor dan HP Hilang

20 April 2026 - 13:45 WIB

Pria Paruh Baya Tewas Mendadak Diduga Usai Hubungan Intim

18 April 2026 - 22:55 WIB

Gubernur Kalsel dan Kalteng Perkuat Sinergi Pangan hingga Investasi

18 April 2026 - 14:54 WIB

Pertamina Dukung BPK Lewat Budidaya Gurame Perkuat Ekonomi dan Siaga Karhutla

17 April 2026 - 14:19 WIB

Trending di DAERAH