Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

KALBAR · 24 Apr 2026 07:52 WIB

Orangutan Masuk Permukiman Tim Gabungan Evakuasi dari Kebun Warga


 Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut. Perbesar

Petugas gabungan saat melakukan proses evakuasi orangutan dari area permukiman warga guna mencegah konflik dan memastikan keselamatan satwa dilindungi tersebut.

Ricek.ID- Seekor Orangutan masuk ke permukiman dan merusak perkebunan warga di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), TNI, dan Polri melakukan observasi, identifikasi, serta evakuasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa dilindungi.

Kapolres Kayong Utara, Adi Prabowo, mengatakan pihaknya turut melakukan pendampingan di lokasi kejadian. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya kerusakan tanaman yang cukup signifikan akibat aktivitas satwa tersebut.

“Kami melakukan identifikasi dan observasi bersama tim gabungan dari YIARI, BKSDA, TNGP, TNI, serta masyarakat. Hasil pemeriksaan memastikan adanya tanda-tanda keberadaan orang utan di area perkebunan warga,” ujarnya.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan, tim memutuskan untuk mengevakuasi orangutan tersebut sebagai langkah mitigasi konflik. Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati demi menjaga keselamatan satwa dan warga sekitar.

“Evakuasi berjalan lancar. Saat ini orang utan telah dipindahkan ke Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Palung,” tambahnya.

Ia menegaskan, pendampingan ini tidak hanya bertujuan mengevakuasi satwa, tetapi juga untuk mengidentifikasi penyebab keluarnya orangutan dari habitat alaminya, sekaligus mencegah tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar di kawasan tersebut.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Hujan Deras & Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Sungai Ulin, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

6 November 2026 - 18:56 WIB

Berikan Rasa Aman & Nyaman bagi Pengguna Jalan, Kapolres Tanah Laut Terjun Langsung Kawal Kelancaran lalu lintas

2 November 2026 - 17:50 WIB

Dugaan Peredaran Narkotika di Tempat Hiburan Malam, Polsek Pelaihari Ringkus Dua Pengedar Ekstasi

2 November 2026 - 17:36 WIB

Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga

1 November 2026 - 10:46 WIB

Ungkap Pabrik Miras Oplosan Rumahan di Martapura, Polres Banjar Sita Ratusan Liter

31 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Perempuan 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

31 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Trending di Banjarbaru