Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

Kab. Banjar · 14 Nov 2025 18:16 WIB

Pemkab Banjar Kirim Perdana RDF Olahan Sampah ke PT Indocement Kotabaru


 Pemkab Banjar Kirim Perdana RDF Olahan Sampah ke PT Indocement Kotabaru Perbesar

Martapura, Ricek.IDPemerintah Kabupaten Banjar, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah sekaligus melepas pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) dari TPS 3R Martapura.

​RDF, yang merupakan bahan bakar alternatif hasil olahan sampah plastik, dikirim menuju pabrik PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (PT ITP) di Kotabaru.

​Pelepasan truk pengangkut RDF dilakukan secara simbolis oleh Plt Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Hanifah Dwi Nirwana, didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Rahmat Kartopo, Sekretaris DPRKPLH Banjar Gusti Rendy, serta perwakilan PT ITP. Acara ini berlangsung di Taman Barakat dan TPS 3R Lestari Albasia, Martapura, pada Jumat (14/11/2025) pagi.

​Solusi Sampah Plastik Low Value

​Kabid Pengelolaan Sampah, Bahan Berbahaya dan Beracun DPRKPLH, Sutiono, menjelaskan bahwa kerja sama dengan PT ITP merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Banjar.

​“Selama ini sampah plastik low value yang tidak dapat diolah lebih lanjut dikirim ke TPA. Dengan dukungan PT ITP, sampah kini dapat diproses menjadi RDF dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi semen,” ujar Sutiono.

​Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan memilah sampah organik, anorganik, dan residu mulai dari rumah.

​Sementara itu, Hanifah Dwi Nirwana dari KLHK menekankan bahwa pengolahan sampah menjadi RDF tidak hanya mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga memberikan nilai tambah sebagai sumber energi alternatif yang mendukung industri.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Kabupaten Banjar dan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam penerapan ekonomi sirkular,” tutup Hanifah.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Staf DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Ini Penjelasan Pimpinan Dewan

25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Aparat Desa Keramat Bersama Relawan Bagi-Bagi Masker Asap Karhutla

25 Agustus 2026 - 19:12 WIB

3.000 Warga Ikuti Jalan Santai HUT RI & Hari Jadi Kabupaten Banjar

23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Naupal Hebatullah Raih Medali Perak O2SN 2026 Cabang Pencak Silat

23 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Wartawan Banjar-Banjarbaru Adu Strategi Catur & Domino dalam Lomba Kemerdekaan FJB

22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Trending di ADVERTORIAL