Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

DAERAH · 19 Mei 2026 10:58 WIB

Pemprov Kalsel Berhasil Kendalikan Inflasi, Akan Antisipasi Kenaikan Harga


 Pemprov Kalsel Berhasil Kendalikan Inflasi, Akan Antisipasi Kenaikan Harga Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat langkah pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas sektor bersama seluruh SKPD dan instansi vertikal. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan menurunnya angka inflasi Kalsel hingga April 2026.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, yang terdiri dari SKPD, instansi, dan lembaga terkait mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru pada Senin (18/5/2026).

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Eddy Elminsyah Jaya melalui Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, menjelaskan terkait dengan perkembangan pengendalian inflasi di Kalsel.

“Alhamdulillah sampai bulan April inflasi kita berada di angka 3,67 persen. Sebelumnya pada Maret sekitar 3,84 persen dan saat itu kita berada di urutan kedua nasional. Sekarang sudah turun ke peringkat enam, artinya langkah-langkah pengendalian inflasi yang kita lakukan cukup berhasil,” ujarnya.

Menurut Idris, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari SKPD terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, hingga dukungan instansi vertikal lainnya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, selain inflasi yang mulai terkendali, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga menunjukkan capaian positif dan berada di atas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,61 persen, sedangkan Kalimantan Selatan mencapai 5,67 persen. Ini menunjukkan kondisi ekonomi daerah kita terus membaik,” katanya.

Meski demikian, Idris mengingatkan adanya potensi peningkatan inflasi pada periode mendatang, terutama menjelang hari besar keagamaan maupun akibat faktor eksternal seperti pengaruh cuaca dan penurunan produksi pangan di sejumlah daerah.

“Kalau ada perayaan keagamaan biasanya permintaan dan konsumsi masyarakat meningkat, sehingga berpotensi memicu inflasi. Selain itu, dampak El Nino di Pulau Jawa juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan,” jelasnya.

Idris menambahkan peningkatan pertumbuhan ekonomi juga dapat berdampak terhadap naiknya daya beli masyarakat yang pada akhirnya memicu peningkatan konsumsi.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dengan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.

“Kita berharap masyarakat dapat mengatur konsumsi sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Ini penting untuk menjaga daya beli sekaligus membantu pengendalian inflasi,” tutup Idris.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kasus Begal Payudara di Sungai Sipai, Anggota DPRD Banjar Sebut Kekerasan Seksual Tak Bisa Ditoleransi

2 Juni 2026 - 22:25 WIB

Pemko Banjarbaru Tandatangani Komitmen Percepatan Rekomendasi BPK

2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Luas Tambah Tanam Padi di Kalsel Hingga Mei 2026 Tembus 244.873 Hektare

2 Juni 2026 - 19:56 WIB

Undang Pengelola SPPG, DPKP Kalsel Siapkan Pelatihan Penggunaan Test Kit Keamanan Pangan

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Wali Kota Banjarmasin Dukung Riani Putri Ramadhan Ikuti Ajang Nasional & Internasional

2 Juni 2026 - 19:44 WIB

Audiensi dengan Bupati, Putri Pelajar Kabupaten Banjar Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional

2 Juni 2026 - 19:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL