Ricek.ID, Kotabaru– Proyek pembangunan Jembatan Semayap–Jelapat di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, saat ini tengah memasuki tahap pemancangan pondasi. Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan di lapangan mengalami sejumlah hambatan teknis yang berdampak pada pergerakan alat berat.
Hal tersebut disampaikan pihak pelaksana proyek pada Kamis (8/1/2026). Manajer Pelaksana Kontraktor, Hadi Gultom, mengungkapkan bahwa meskipun sterilisasi area proyek telah dilakukan sejak awal pekerjaan, tim pelaksana masih menghadapi kendala serius terkait keberadaan utilitas kabel jaringan di lokasi pembangunan.
“Masalah utama yang kami hadapi adalah masih adanya kabel jaringan telekomunikasi yang melintas di area pemancangan. Hal ini cukup mengganggu ruang gerak alat berat dan memperlambat progres pekerjaan,” ujar Hadi.
Selain penanganan terhadap utilitas kabel tersebut, pihak kontraktor juga berharap kondisi cuaca yang lebih bersahabat. Menurutnya, “faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses konstruksi, khususnya pada tahap pekerjaan pondasi,”.
Di tengah berlangsungnya proyek dan berbagai kendala teknis tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotabaru memastikan bahwa arus lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan tetap terkendali.
Staf Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kotabaru, Amiryadi, menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi lalu lintas dari kedua arah terpantau lancar.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan melalui skema pengalihan. Kendaraan dari luar kota diarahkan masuk melalui jalur Silver, sementara arus keluar dialihkan menuju arah Padat Karya melalui jalan lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga telah menyiapkan akses jalan sementara di sekitar area proyek yang diperuntukkan khusus bagi kendaraan roda dua guna memudahkan mobilitas masyarakat setempat.
Dengan sinergi antara percepatan penanganan teknis di lapangan dan pengelolaan lalu lintas yang optimal, diharapkan dampak pembangunan Jembatan Semayap–Jelapat terhadap aktivitas masyarakat Kotabaru dapat diminimalisir, meskipun proyek masih dihadapkan pada kendala utilitas kabel jaringan.
