Banjarbaru, Ricek.ID — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mematangkan persiapan pelaksanaan Momen 5 Rajab 1447 Hijriah. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, ditekankan sejumlah aturan penting mulai dari larangan atribut pribadi hingga rekayasa lalu lintas skala besar.

Rapat yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (18/12/2025) ini turut dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran Forkopimda, Tim Induk Sekumpul, serta pimpinan SKPD terkait.

Larangan Baliho Pribadi dan Perubahan Istilah

Gubernur H. Muhidin menegaskan agar masyarakat tidak memasang baliho atau atribut publikasi yang mengatasnamakan pribadi maupun kelompok di sepanjang jalur menuju lokasi kegiatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar jangan ada lagi baliho atas nama pribadi atau kelompok. Mari kita jaga kemurnian acara ini,” ujar Gubernur.

Selain itu, Muhidin juga meluruskan penggunaan istilah kegiatan. Berdasarkan kesepakatan bersama, peringatan tahunan ini secara resmi disebut sebagai Momen 5 Rajab, bukan lagi menggunakan istilah ‘Haul’ untuk agenda resmi provinsi.

“Kami sepakat tidak ada lagi istilah haul dalam agenda ini, yang ada adalah Momen 5 Rajab. Setelah itu, silakan jika masyarakat ingin melaksanakan kegiatan haul masing-masing secara pribadi,” tegasnya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Pembatasan Truk

Untuk menjamin kelancaran arus jamaah, Pemprov Kalsel menetapkan pembatasan bagi kendaraan berat (truk roda enam ke atas dan pengangkut alat berat) pada H-2 hingga H+2 pelaksanaan.

Kendaraan besar dilarang melintasi jalur utama menuju Martapura dan akan dialihkan melalui jalur Mergasari – Marabahan – Banjarmasin.

“Ini demi keselamatan jamaah dan untuk menghindari kepadatan yang berisiko memicu kecelakaan,” tambah Muhidin. Ia juga menyarankan jamaah dari wilayah jauh seperti Tanjung atau Kotabaru untuk memanfaatkan siaran langsung melalui YouTube atau televisi guna menghindari penumpukan massa.

Pengamanan dan Fasilitas Logistik

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan pihaknya mengerahkan 3.700 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait. Pengamanan akan disiagakan mulai dari perbatasan Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah.

“Kami akan memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mempercepat penguraian arus saat jamaah pulang,” jelas Kapolda.

Polda Kalsel juga menyiapkan fasilitas pendukung yang masif, di antaranya:

  • 11 Dapur lapangan dan 4 kendaraan dapur keliling.
  • 6 Unit water treatment untuk pasokan air bersih.
  • Penyediaan rest area dan pos pelayanan di sepanjang jalur utama.

Data Kekuatan Relawan dan Fasilitas

Berdasarkan data Tim Induk Sekumpul, persiapan tahun ini melibatkan kekuatan relawan yang sangat besar:

  • Relawan: 42.161 personel (termasuk 3.900 relawan kesehatan).
  • Posko: 525 posko jalur/parkir dan 12 posko sungai.
  • Parkir: Kapasitas 1,2 juta lebih kendaraan dan 11 dermaga sungai.
  • Kesehatan: 11 RS rujukan, 23 posko rujukan utama, 77 posko kesehatan, dan 100 ambulans.
  • Teknologi: 169 titik CCTV dan penetapan Zona Larangan Terbang (No Fly Zone) di atas lokasi acara.

Pemerintah Provinsi Kalsel dan aparat keamanan berkomitmen memastikan seluruh rangkaian Momen 5 Rajab 1447 H berjalan aman, tertib, dan khidmat bagi seluruh jamaah.

Pewarta: Hendra Lianor

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version