Ricek.ID- Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Sosial memastikan persiapan pembangunan Sekolah Ramah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu telah mencapai 100 persen.
Proyek strategis yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan ini kini tinggal menunggu penentuan prioritas anggaran dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Nurviza, menyampaikan seluruh tahapan telah diselesaikan, mulai dari pengajuan proposal hingga penetapan lokasi pembangunan.
“Upaya Dinas Sosial sudah maksimal, sudah 100 persen. Lokasi kita juga telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan terkait alokasi anggaran dari pusat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, sinyal positif mulai terlihat dengan adanya konsultan perencanaan yang telah melakukan pemetaan topologi di lokasi pembangunan.
Sekolah Ramah ini dirancang dengan konsep berasrama penuh dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan.
Seluruh biaya operasional, mulai dari kebutuhan hidup hingga pendidikan, akan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“Orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya. Bahkan akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan sosial,” jelasnya.
Selain pendidikan formal, Sekolah Ramah juga akan menitikberatkan pada pembentukan karakter sebagai upaya membangun generasi yang mandiri dan berdaya saing.
Pemerintah juga telah menyiapkan rencana jangka panjang bagi lulusan, termasuk peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur khusus.
“Targetnya adalah memutus rantai kemiskinan agar anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Dari sisi anggaran, kebutuhan operasional per siswa diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta per tahun. Namun seluruh pembiayaan berasal dari APBN sehingga tidak membebani anggaran daerah.
“Daerah hanya menyediakan lahan. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
