Martapura, Ricek.ID –Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Kabupaten Banjar resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pengibaran Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Lahir Pancasila.
Pembukaan seleksi berlangsung di Aula BKPSDM Martapura, Rabu pagi, 1 April 2026, dan dibuka oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang diwakili Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairullah Anshari.
Dalam sambutannya, Khairullah menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyusun tahapan seleksi secara sistematis dan terukur.
“Seluruh tahapan ini dirancang untuk menjaring putra-putri terbaik yang benar-benar siap mengemban tugas sebagai pengibar bendera pusaka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses seleksi meliputi pendaftaran daring, seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan dan intelegensia umum, tes kesehatan, parade, Peraturan Baris-Berbaris, kesamaptaan jasmani hingga tes kepribadian dan wawancara.
Khairullah menegaskan, seleksi Paskibraka bukanlah proses yang mudah. Namun, keikutsertaan peserta menjadi langkah awal dalam membentuk kedisiplinan dan integritas generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan mampu menghasilkan calon anggota Paskibraka yang berkualitas serta membanggakan Kabupaten Banjar hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Badan Kesbangpol Banjar, Joko Sutrisno, menyebutkan sebanyak 185 pelajar tingkat SMA/sederajat mengikuti seleksi, kecuali dari Kecamatan Paramasan.
“Peserta berusia antara 15 hingga 18 tahun, dan seleksi berlangsung dari 1 hingga 13 April 2026. Dari jumlah tersebut nantinya akan dipilih 33 orang untuk dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pengalungan tanda peserta secara simbolis kepada dua perwakilan calon anggota Paskibraka, disaksikan Kepala Kesbangpol Kabupaten Banjar dr Tofik Norman Hidayat, sejumlah kepala perangkat daerah, tim seleksi, serta para pelatih dan pendamping.
