Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

HEADLINE · 1 Agu 2024 20:03 WIB

Uji Sampel Pasien RSJ Sambang Lihum Negatif Narkotika


 Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol. Wisnu Andayana. foto-hans Perbesar

Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol. Wisnu Andayana. foto-hans

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap hasil uji sampel darah pasien yang ditangani RSJ Sambang Lihum.

Sampel darah yang diterima dari Laboratorium Narkotika Samarinda Kalimantan Timur, menunjukkan bahwa sampel pasien negatif mengandung narkotika.

Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol. Wisnu Andayana menyampaikan pihaknya mengirimkan sampel darah demi memastikan penyebab pasien mabuk hingga berhalusinasi.

Selain sampel pasien yang mengaku mengonsumsi pil putih tanpa merek, BNNP Kalsel juga memeriksa sampel dari pasien yang menengak minuman alkohol oplosan.

“Sudah kita terima, hasilnya negatif mengandung narkotika. Kita masih menyelidiki adanya kemungkinan zat terlarang lainnya,” tegasnya ditemui www.riceknews.com, Kamis (1/8/2024).

Lebih lanjut, Brigjen Pol. Wisnu Andayana menegaskan, sejak awal pihaknya menilai gembar-gembor soal tanaman kecubung jadi penyebab puluhan korban berjatuhan hanya pengalihan isu atau kambing hitam.

“Kita khawatir semua fokus terhadap kecubung, namun lengah terhadap peredaran narkotika,” sambungnya.

Dirinya juga menegaskan BNNP bersama Polda Kalsel terus mendalami termasuk mengejar oknum yang diduga memproduksi obat terlarang, yang ditengarai mengakibatkan puluhan warga berhalusinasi, bahkan dua di antaranya meninggal dunia.

Dihubungi terpisah, Kasi Humas dan Informasi RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto mengungkapkan hingga Agustus 2024, sebanyak 62 pasien ditangani pihaknya dengan gejala halusinasi hingga gaduh gelisah.

Berdasarkan data terupdate, dari total pasien tersebut 13 pasien diantaranya saat ini sudah menjalani rawat jalan.

“Total 62 orang yang ditangani. Pasien terakhir masuk 22 Juli 2024,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Berantas Kejahatan Digital, Kemkomdigi & Polri Perkuat Sinergi

9 Mei 2026 - 18:57 WIB

Terlibat Kasus Haji Nonprosedural, Satgas Tunda 80 Keberangkatan WNI

9 Mei 2026 - 18:39 WIB

KPK & KSP Kerjasama Perkuat Pengawasan Program Strategis Nasional

8 Mei 2026 - 20:43 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, KPK Hibahkan Aset Rampasan Rp3,6 Miliar

8 Mei 2026 - 20:37 WIB

Gasak Sejumlah Barang Di Universitas NU Kalsel, Polres Banjar Ringkus ICR

8 Mei 2026 - 19:51 WIB

Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

8 Mei 2026 - 19:15 WIB

Trending di HEADLINE