Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

Kalimantan Selatan · 6 Apr 2026 13:18 WIB

WFH Tak Diterapkan, Kerja Tatap Muka Dinilai Lebih Efektif


 WFH Tak Diterapkan, Kerja Tatap Muka Dinilai Lebih Efektif Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan tidak akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga non-ASN. Meski pemerintah pusat memberikan opsi tersebut, aktivitas kerja tetap dilaksanakan secara tatap muka penuh.

Keputusan ini ditegaskan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, usai memimpin rapat koordinasi di Banjarbaru, Senin, 6 April 2026.

Muhidin menyebutkan, kondisi mobilitas serta pelaksanaan pekerjaan di lingkungan pemerintah provinsi saat ini masih berjalan normal dan terkendali. Karena itu, tidak ada urgensi untuk menerapkan sistem kerja jarak jauh.

Menurutnya, kerja dari rumah berpotensi menurunkan efektivitas apabila tidak disertai pengawasan yang optimal. Ia menilai, kebijakan tersebut berisiko disalahartikan sebagai waktu libur oleh sebagian pegawai.

Selain itu, kekhawatiran lain muncul terkait potensi penyalahgunaan waktu kerja, seperti dimanfaatkannya kesempatan WFH untuk bepergian ke luar daerah. Hal ini dinilai dapat mengganggu kinerja pelayanan publik serta efisiensi penggunaan anggaran.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, bekerja langsung di kantor dinilai sebagai langkah paling tepat untuk menjaga ritme birokrasi tetap optimal sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Meski demikian, pemerintah provinsi tetap berupaya meningkatkan produktivitas pegawai melalui berbagai kegiatan penguatan kapasitas. Salah satunya dengan rencana pelaksanaan pelatihan Manajemen Risiko bagi pejabat Eselon III yang akan digelar bekerja sama dengan BPKP.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus menjaga kinerja tetap terkontrol secara langsung di lingkungan kerja.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Bersama Forkopimda & Perwakilan Mahasiswa Padamkan Bara di Lahan Gambut

1 September 2026 - 13:23 WIB

Cadangan Air Riam Kanan Terbatas, Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Air

25 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Pemprov Kalsel Turunkan PBBKB , Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi

24 Agustus 2026 - 16:20 WIB

ISPU Capai 100 Mikrogram per Meter Kubik, Wamenko Pangan Imbau Warga Gunakan Masker

24 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Fokus Penanganan Karhutla Kalsel di Tiga Lokasi Utama, Pemerintah Targetkan Tuntas Dua Pekan

24 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Gubernur Kalsel Imbau Warga Lindungi Diri dari Asap Karhutla Menggunakan Masker yang Dibagikan

24 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Trending di ADVERTORIAL