Menu

Mode Gelap
Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru

Kab. Banjar · 16 Jun 2023 11:25 WIB

Bekal Budi Pekerti Penyesuaian Lingkungan Untuk Anak Usia Dini


 Bekal Budi Pekerti Penyesuaian Lingkungan Untuk Anak Usia Dini Perbesar

Proses transisi PAUD ke SD yang menyenangkan harus dijalankan, sebab terjadi miskonsepsi (pemahaman yang salah) tentang baca, tulis dan berhitung (calistung) yang harus bisa di PAUD tetapi sebenarnya hanya diajarkan di tingkat SD/MI.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas saat membuka Rapat Koordinasi (Rakoor) Forum Komunikasi Transisi PAUD/RA ke SD/MI dan Pokja Bunda PAUD di Aula Kasypul Anwar, Indrasari Martapura, Jumat (23/6/2023) pagi.

Nurgita Tiyas mengutip dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, bahwa tes calistung dalam penerimaan siswa baru SD sudah tidak diperbolehkan sehingga terjadi miskonsepsi antara guru PAUD dengan guru SD. Padahal calistung tidak dipelajari secara penuh tapi hanya tahap pengenalan di PAUD sehingga pemahaman ini dapat diketahui oleh guru PAUD dan SD.

“Dalam Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di tingkat kabupaten berperan untuk membantu tugas Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan PAUD sesuai yang dianjurkan Kemendikbud,” jelas Nurgita.

Nurgita menambahkan, anak usia dini juga harus dibekali dengan penanaman budi pekerti dan penyesuaian atau bersosialisasi sesuai dengan lingkungannya.

Kadisidk Kabupaten Banjar, Liana Penny saat rakoor ) Forum Komunikasi Transisi PAUD/RA ke SD/MI dan Pokja Bunda PAUD

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny mengungkapkan, supaya tidak terjadi miskonsepsi maka Rakoor digelar, dengan tujuan menghilangkan miskonsepsi dimaksud sehingga anak-anak dapat melalui masa transisi dengan sangat menyenangkan.

Rakoor diikuti Pokja Bunda PAUD sebanyak 25 orang dan Pengawas TK dan SD sebanyak 50 orang.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Dispersip Banjar Gelar “Seibu Pertiwi” Meriahkan Hari Jadi & HUT RI ke-81

18 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Rapat Paripurna DPRD Banjar, Bupati Sampaikan Raperda Perubahan APBD Rp3,14 Triliun

18 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Peringati Hari Jadi ke-76, Pemkab Banjar Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis

18 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Masuki Usia 76 Tahun, Kabupaten Banjar Perkokoh Posisi sebagai Lumbung Pangan Kalsel

18 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Disbudporapar Banjar Perkuat Promosi Budaya Lewat Media Digital

17 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Potensi Budaya Kabupaten Banjar Jadi Daya Tarik Wisata dan Penggerak Ekonomi

17 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Trending di ADVERTORIAL