Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 19 Agu 2026 09:18 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti


 Kabut asap di jalur Tanah Laut-Banjarbaru, Rabu (19/8/2026) pagi. Foto: Hadi Ricek.ID Perbesar

Kabut asap di jalur Tanah Laut-Banjarbaru, Rabu (19/8/2026) pagi. Foto: Hadi Ricek.ID

Ricek.ID- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026) pagi.

Kabut asap terpantau mulai dari kawasan Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, hingga wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas, khususnya di sepanjang jalur utama Jalan Ahmad Yani yang menghubungkan Pelaihari-Banjarmasin.

Pantauan di lapangan, sejumlah pengendara sepeda motor, mobil hingga truk memilih mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, bahkan berhenti sementara untuk menunggu kondisi kembali membaik.

Salah seorang sopir truk, Purwanto (36), mengaku memilih berhenti karena jarak pandang di tengah kabut asap cukup terbatas.

“Pandangan saya tertutup oleh kabut asap, lebih baik saya berhenti sejenak takut kalau terjadi apa-apa dalam perjalanan,” ungkapnya.

Kekhawatiran juga dirasakan warga Bati-Bati. Rusmiati (26) mengaku kondisi kabut asap membuatnya waswas terhadap kesehatan keluarganya, terutama anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah.

“Saya merasa khawatir dengan kondisi kesehatan keluarga, apalagi anak-anak saya pagi berangkat ke sekolah,” katanya.

Sementara itu, Desi (25), salah seorang pengendara sepeda motor, mengatakan kabut asap yang cukup tebal membuatnya memilih menghentikan perjalanan sementara.

“Kabut asap lumayan tebal dan jarak pandang sangat terbatas. Saya memilih berhenti dulu sambil menunggu kabut asapnya berkurang. Takut kalau kecelakaan,” ucap Desi.

Kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi tersebut diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. Pengendara juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, menjaga kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Sementara itu, kondisi kabut asap dan titik api di sejumlah wilayah masih menjadi perhatian, mengingat potensi karhutla dapat meningkat di tengah kondisi lahan yang kering.

 

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

6 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Aksi Vandalisme di Tugu 17 Mei, Camat Gambut Koordinasi dengan DPRKPLH

5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Tim Buru Api Marta Presisi Polres Banjar Gerak Cepat Jinakkan Titik Api di Belakang Gedung Bidlabfor

4 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

30 September 2026 - 07:40 WIB

TIM Selam Gabungan Berhasil Evakuasi Lima Korban KM VIRGO Transport 8

29 September 2026 - 20:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL