Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

HEADLINE · 18 Jul 2024 11:53 WIB

Operasi Tambang Ilegal, Polda Kalsel Tangkap Belasan Tersangka


 Ditreskrimsus Polda Kalsel gelar konferensi pers hasil operasi pertambangan tanpa izin (Peti) Intan 2024, Rabu (17/7/2024). foto-istimewa. Perbesar

Ditreskrimsus Polda Kalsel gelar konferensi pers hasil operasi pertambangan tanpa izin (Peti) Intan 2024, Rabu (17/7/2024). foto-istimewa.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar operasi pertambangan tanpa izin (Peti) Intan 2024.

Dari operasi yang berlangsung sekitar 2 minggu tersebut, polisi berhasil membongkar 14 kasus pertambangan tanpa izin yang tersebar di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

Rinciannya, masing-masing 4 kasus ditangani Polda Kalsel dan Polres Kotabaru, kemudian Polres Tanah Bumbu 3 kasus, Polres Tanah Laut 2 kasus, serta satu kasus di Kabupaten Banjar.

Dari pengungkapan itu, setidaknya ada 15 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan 2 di antaranya telah ditahan di Polda Kalsel.

“Ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah, karena kita akan terus mengembangkan kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi kepada awak media, Rabu (17/7/2024).

Adam menuturkan, untuk jenis Peti yang dibongkar kebanyakan berupa tambang emas, serta tambang galian C seperti pasir dan batu gunung.

Adapun barang bukti yang disita antara lain lima excavator, satu dump truk, tujuh mesin dumping, satu mesin sedot pasir, lima karpet perangkap emas, 600 meter kubik batu gunung, dan emas kotor 0,5 gram.

Para tersangka sendiri dikenakan Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar,” tegas Adam.

Adam menyebut Operasi Peti merupakan instruksi langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto yang ditindaklanjuti Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar dengan menerjunkan tim patroli khusus dipimpin Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Ricky Boy Sialagan.

Dia mengharapkan, penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan dapat melindungi sumber daya alam tetap terjaga dan setiap aktivitas pemanfaatannya menaati aturan yang berlaku.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kejari Kotabaru Terima Pembayaran Denda Rp400 Juta dari Dua Terpidana Kasus Tambang Ilegal

5 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Terindikasi Digunakan untuk Judi Online, OJK Minta Perbankan Blokir 36.735 Rekening

5 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Gegerkan Warga Sekumpul, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan

5 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kg Sabu Senilai Rp311 Miliar Jaringan Freddy Pratama

4 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia

2 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

2 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Trending di Banjarmasin