Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

NASIONAL · 11 Sep 2024 20:15 WIB

FKPT Kalsel Libatkan Masyarakat Cegah Radikalisme dan Terorisme


 FKPT Kalsel Libatkan Masyarakat Cegah Radikalisme dan Terorisme Perbesar

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI menggelar kegiatan anti Radikalisme dan Terorisme bertema Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama (Gembira Beragama) di Aula Kodim 1006 Banjar, di Martapura, Rabu (11/9/2024) pagi.

Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi, mengatakan bahwa penting melibatkan masyarakat dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Karena terorisme merupakan ancaman nyata bagi bangsa Indonesia.

“Terorisme itu seperti bunglon, ketika kita lengah, mereka akan muncul di tengah-tengah kita. Karena itu, kita harus selalu waspada dan meningkatkan kepekaan,” ujarnya.

Kilas balik, Ia mengingat kembali peristiwa penyerangan Polsek Daha Selatan, HSS, pada 1 Juni 2020 lalu. Padahal wilayah tersebut dianggap aman dan damai.

“Peristiwa itu menjadi peringatan bagi kita semua bahwa ancaman terorisme ada di sekitar kita, dan kita perlu menyalakan sistem peringatan dini,” tambahnya.

Pun generasi muda lintas agama juga diajak untuk menjadi garda terdepan dalam melawan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Aliansyah menekankan bahwa peran kaum muda sangat vital dalam menjaga ketahanan bangsa dari ancaman paham radikal.

“Mereka memiliki kekuatan untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Melalui kegiatan Gembira Beragama ini, kita berharap mereka dapat menyerap nilai-nilai yang disampaikan oleh narasumber sebagai modal untuk melawan paham-paham radikal,” tuturnya.

Kemudian, Kasub Koordinator Pencegahan BNPT RI, Tengku Fauzan menambahkan, gerakan politik yang menggunakan agama sebagai kedok untuk melakukan kekerasan merupakan bentuk radikalisme.

“Padahal, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Terorisme adalah musuh semua agama dan negara,” tegasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Kemendukbangga Ungkap Tantangan Bonus Demografi & Penurunan Stunting Dihadapan DPR RI

16 September 2026 - 20:14 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk Penyandang Disabilitas

16 September 2026 - 20:12 WIB

Sampaikan Duka atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Presiden Prabowo Pastikan Investigasi Dituntaskan

16 September 2026 - 19:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Tekankan Pentingnya Pembangunan & Transformasi Bangsa

16 September 2026 - 19:26 WIB

Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

16 September 2026 - 19:22 WIB

Trending di NASIONAL