Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

NASIONAL · 11 Sep 2024 20:15 WIB

FKPT Kalsel Libatkan Masyarakat Cegah Radikalisme dan Terorisme


 FKPT Kalsel Libatkan Masyarakat Cegah Radikalisme dan Terorisme Perbesar

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI menggelar kegiatan anti Radikalisme dan Terorisme bertema Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama (Gembira Beragama) di Aula Kodim 1006 Banjar, di Martapura, Rabu (11/9/2024) pagi.

Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi, mengatakan bahwa penting melibatkan masyarakat dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Karena terorisme merupakan ancaman nyata bagi bangsa Indonesia.

“Terorisme itu seperti bunglon, ketika kita lengah, mereka akan muncul di tengah-tengah kita. Karena itu, kita harus selalu waspada dan meningkatkan kepekaan,” ujarnya.

Kilas balik, Ia mengingat kembali peristiwa penyerangan Polsek Daha Selatan, HSS, pada 1 Juni 2020 lalu. Padahal wilayah tersebut dianggap aman dan damai.

“Peristiwa itu menjadi peringatan bagi kita semua bahwa ancaman terorisme ada di sekitar kita, dan kita perlu menyalakan sistem peringatan dini,” tambahnya.

Pun generasi muda lintas agama juga diajak untuk menjadi garda terdepan dalam melawan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Aliansyah menekankan bahwa peran kaum muda sangat vital dalam menjaga ketahanan bangsa dari ancaman paham radikal.

“Mereka memiliki kekuatan untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Melalui kegiatan Gembira Beragama ini, kita berharap mereka dapat menyerap nilai-nilai yang disampaikan oleh narasumber sebagai modal untuk melawan paham-paham radikal,” tuturnya.

Kemudian, Kasub Koordinator Pencegahan BNPT RI, Tengku Fauzan menambahkan, gerakan politik yang menggunakan agama sebagai kedok untuk melakukan kekerasan merupakan bentuk radikalisme.

“Padahal, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Terorisme adalah musuh semua agama dan negara,” tegasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Piala AFF U-19, Timnas Indonesia Satu Grup dengan Vietnam, Timor Leste & Myanmar

8 Mei 2026 - 21:10 WIB

Di Tengah Tekanan Global, APBN Triwulan I 2026 Solid & Ekonomi Tetap Tumbuh

8 Mei 2026 - 21:04 WIB

Menaker Pastikan Pencairan Santunan Bagi Korban Insiden KA Bekasi

8 Mei 2026 - 20:58 WIB

KPK & KSP Kerjasama Perkuat Pengawasan Program Strategis Nasional

8 Mei 2026 - 20:43 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, KPK Hibahkan Aset Rampasan Rp3,6 Miliar

8 Mei 2026 - 20:37 WIB

Komdigi Nilai Indonesia Punya Posisi Strategis Di Rantai Pasok Global AI

7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Trending di EKOBIS