Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Banjar I Gusti Nyoman Yudiana curhat tiba-tiba didatangi sejumlah sopir angkutan kota (angkot) ke kantor.
“Terkejut saya, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Kejadiannya kemarin siang,” ucap Kadishub Nyoman, Rabu (18/9/2024).
Nyoman menceritakan, jumlahnya 10 orang sebagai perwakilan pihak sopir. Tujuannya mau silaturahmi saja.
“Mereka juga bilang bahwa tidak lagi berada di organda (organisasi angkutan darat),” kata Nyoman makin terkejut.
Alasan mereka keluar dari organda, lanjut Nyoman, karena belum ada kesepakatan internal. “Maka dari itu mereka mengundurkan diri dari bagian organda,” jelasnya.
Masih cerita Nyoman, para sopir tersebut meminta Dishub agar membikinkan surat perjanjian soal kesejahteraan mereka.
“Kami hanya bisa mengimbau mereka agar segera bikin koperasi berbadan hukum dan dikelola dengan baik, supaya dapat menerima bantuan dari pemerintah,” tutur Nyoman memberi saran.
Bantuan itu, kata Nyoman dapat dipergunakan untuk peremajaan angkutan maupun modal operasional.
Ia menambahkan, akhir pembicaraan tersebut tidak ada surat perjanjian atau kesepakatan apapun. “Intinya, saran dari kami, bikin koperasi berbadan hukum jika ingin dapat bantuan,” pungkasnya.
Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

