Menu

Mode Gelap
Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin

ADVERTORIAL · 4 Okt 2024 16:55 WIB

Kampanye di Banua Lawas, H. Fani Jawab Keresahan Warga soal Ekonomi hingga Pertanian


 Antusiasme masyarakat Desa Habau Hulu Kecamatan Banua Lawas saat bertemu dan berdialog langsung dengan Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani. (foto : ist/dzr) Perbesar

Antusiasme masyarakat Desa Habau Hulu Kecamatan Banua Lawas saat bertemu dan berdialog langsung dengan Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani. (foto : ist/dzr)

TANJUNG – Kamis (3/10) sore, Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menggelar kampanye dialogis di Desa Habau Hulu, Kecamatan Banua Lawas, Tabalong.

H. Fani tampak bersemangat melihat antusiasme masyarakat, ia menjelaskan secara teknis dan detil rencana program dari tujuh inovasi yang ia usung.

Seperti biasa, H Fani menjawab setiap persoalan yang dikeluhkan, mulai dari masalah sosial, ekonomi, pertanian, pendidikan, pelayanan publik, hingga kinerja lembaga pemerintah daerah.

Dari pantauan, warga setempat lebih banyak mempersoalkan terkaitnya minimnya perhatian pemerintah daerah di sektor potensi ekonomi dan pertanian.

Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani atau kerap disapa H Fani berfoto bersama warga seusai kampanye dialogis di Desa Habau Hulu, Kecamatan Banua Lawas, Tabalong. (foto : ist/dzr)

Misalnya, terkait sulitnya mendapatkan pupuk, lalu perihal pola tanam serta panen yang berpotensi dua kali panen dalam setahun.

“Selain mendukung penuh dengan penambahan anggaran untuk sektor pertanian, kita juga akan mengembangkan pola tanam juga panennya hingga meningkatkan produksi pertanian dengan dukungan teknologi,” ujarnya.

Sebelumnya, Muhammad Fitli, warga setempat, mengeluhkan masalah petani yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Saat ini pupuk urea itu hanya menghijaukan daun saja, bukan mengembangkan potensi kualitas produksi,” katanya.

Fitli berencana menegembangkan P200 pada Sawah Raden, dengan fasilitas infrastruktur berbentuk pompa Irigasi.

Terkait lahan tadah hujan di desanya, menurut Fitli, dengan pola dan dukungan pupuk yang disubsidi, maka akan dapat diterapkan pola satu tahun dua kali panen.

Sementara itu, Fitli mengaku puas dengan penjelasan dari H Fani.

Menurutnya, ke depan persoalan disektor pertanian saat ini adalah mindset atau pola pikir petani itu sendiri.

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Pemkab Kotabaru Koordinasikan Pengembangan Pelabuhan dengan Balai KSDA Kalsel

22 September 2026 - 14:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL