Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 11 Des 2024 13:49 WIB

Pemkab Banjar Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting


 Pemkab Banjar melaksanakan Diseminasi Audit Kasus Stunting II 2024, di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Selasa (10/12/2024). foto-MC Banjar Perbesar

Pemkab Banjar melaksanakan Diseminasi Audit Kasus Stunting II 2024, di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Selasa (10/12/2024). foto-MC Banjar

Riceknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melaksanakan Diseminasi Audit Kasus Stunting II 2024, di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Selasa (10/12/2024).

Kegiatan ini bertujuan mengungkap hasil identifikasi risiko penyebab stunting pada kelompok sasaran, guna mengetahui pencegahan dan perbaikan stunting.

Wakil Bupati Banjar, sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Idrus Al Habsyi mengatakan kegiatan AKS memberikan hasil analisa faktor risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun (Baduta) dan bayi belum lima tahun (Balita).

“Sebelumnya Pemkab Banjar melaksanakan rakor stunting manajemen AKS ke-2 pada 23 Oktober, pengisian kertas kerja AKS 2 pada 4-26 November, verifikasi sasaran dan kajian tim pakar pada 4 Desember dan sekarang diseminasi AKS ke-2,” kata Idrus.

Habib Idrus berharap hasil kajian dan rencana tindak lanjut dari AKS ini, dapat dimanfaatkan dalam program percepatan penurunan stunting di periode berikutnya.

Kemudian Ketua Tim AKS Kabupaten Banjar, Dian Marliana menjelaskan, diseminasi AKS ke-2 ini untuk kecamatan dengan angka stunting tinggi.

Kecamatan tersebut ada enam, yaitu Martapura, Martapura Barat, Astambul, Karang Intan, Beruntung Baru, dan Sambung Makmur.

“Sasarannya calon pengantin, ibu hamil, baduta dan ibu pasca salin,” jelas Dian.

Dian menambahkan, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang harus ditangani pada sasaran tersebut. Sekarang tim pakar sudah bertemu dan mengetahui kondisi sasaran.

“Salah satunya melihat kondisi ibu hamil dengan Hb dan berat badan rendah akan dilakukan rencana tindak lanjut oleh Puskesmas serta Tim Pendamping Keluarga,” imbuh Dian.

Ia berharap dengan sasaran terverifikasi bisa melaksanakan intervensi terhadap kasus stunting baru.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Percepat Legalitas Pelaku Usaha, HIPMI Banjar Gandeng Pemkab

18 Juni 2026 - 20:52 WIB

Kabupaten Banjar Optimis Raih Juara Umum Keempat di MTQ Kalsel Barito Kuala

18 Juni 2026 - 20:47 WIB

Korban Kebakaran di Sungai Sipai Terima Bantuan dari BPBD Banjar

18 Juni 2026 - 16:38 WIB

Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Banjar Siagakan 130 Tandon Air

18 Juni 2026 - 16:32 WIB

Dishub Banjar Tunggu Ketersediaan Anggaran untuk Penggantian Speed Bump Rusak

18 Juni 2026 - 16:28 WIB

HUT ke-38, PTAM Intan Banjar Tebar Promo Besar

17 Juni 2026 - 17:21 WIB

Trending di ADVERTORIAL