Menu

Mode Gelap
KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

NASIONAL · 21 Mei 2025 21:36 WIB

Menteri LH Kunjungi Bank Sampah Sekumpul, Dorong Pengelolaan Sampah Modern


 Menteri LH Kunjungi Bank Sampah Sekumpul, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Perbesar

Riceknews.id – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyambangi Bank Sampah Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menuntaskan masalah sampah di Indonesia hingga seratus persen, sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Pada tahun 2025 ini, presiden menargetkan penyelesaian sampah sebesar 51,20 persen,” ujar Hanif, Rabu (21/5/2025).

Menurut Hanif, angka tersebut sangat besar, sehingga pihaknya perlu berdiskusi dengan berbagai pihak seperti bupati, wali kota, dan gubernur untuk bersama-sama menangani sampah.

“Kami lihat volumenya relatif cukup besar, sudah sangat permanen dan kami akan terus dorong. Pola-pola seperti ini yang sangat ideal untuk dilakukan oleh negara kita, banyak negara-negara maju melakukan dengan cara sistem seperti ini,” lanjutnya.

Pola yang dimaksud Hanif adalah sistem pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Bank Sampah Sekumpul, yang telah melayani masyarakat di 15 desa. Sistem ini memungkinkan masyarakat menabung sampah yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bank Sampah Sekumpul, Dewi Heldayati, menyatakan bahwa pemerintah daerah harus mendukung pengelolaan sampah seperti yang mereka lakukan.

“Hari ini kami menunjukkan bahwa di Kabupaten Banjar ada pengelolaan sampah seperti ini, yang harus disokong oleh pemerintah daerah atau pihak lainnya, untuk mengurangi timbulan sampah dan memperpanjang umur TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kita,” kata Dewi.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah memiliki industri persampahan yang besar dengan memproduksi bahan baku sendiri hingga hasil produksi dapat langsung dijual ke pasar.

“Seperti pembuatan sedotan, bak mandi, dan lain-lain yang bahannya dari ini semua, kita harus ke situ. Tidak perlu lagi kita mengirim bahan baku ke Pulau Jawa. Sehingga harga sampah yang kita beli dari masyarakat bisa meningkat dan minat masyarakat otomatis juga meningkat,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok & Tevi, Bareskrim Polri Amankan Enam Tersangka

10 September 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

9 September 2026 - 20:26 WIB

Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar

9 September 2026 - 20:23 WIB

Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU

9 September 2026 - 20:20 WIB

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan melalui Penyediaan Rekening bagi Masyarakat

8 September 2026 - 19:37 WIB

Bareskrim Polri Moratorium Perkara yang Berkaitan Konflik Agraria

8 September 2026 - 19:34 WIB

Trending di NASIONAL