Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

NASIONAL · 21 Mei 2025 21:36 WIB

Menteri LH Kunjungi Bank Sampah Sekumpul, Dorong Pengelolaan Sampah Modern


 Menteri LH Kunjungi Bank Sampah Sekumpul, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Perbesar

Riceknews.id – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyambangi Bank Sampah Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menuntaskan masalah sampah di Indonesia hingga seratus persen, sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Pada tahun 2025 ini, presiden menargetkan penyelesaian sampah sebesar 51,20 persen,” ujar Hanif, Rabu (21/5/2025).

Menurut Hanif, angka tersebut sangat besar, sehingga pihaknya perlu berdiskusi dengan berbagai pihak seperti bupati, wali kota, dan gubernur untuk bersama-sama menangani sampah.

“Kami lihat volumenya relatif cukup besar, sudah sangat permanen dan kami akan terus dorong. Pola-pola seperti ini yang sangat ideal untuk dilakukan oleh negara kita, banyak negara-negara maju melakukan dengan cara sistem seperti ini,” lanjutnya.

Pola yang dimaksud Hanif adalah sistem pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Bank Sampah Sekumpul, yang telah melayani masyarakat di 15 desa. Sistem ini memungkinkan masyarakat menabung sampah yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bank Sampah Sekumpul, Dewi Heldayati, menyatakan bahwa pemerintah daerah harus mendukung pengelolaan sampah seperti yang mereka lakukan.

“Hari ini kami menunjukkan bahwa di Kabupaten Banjar ada pengelolaan sampah seperti ini, yang harus disokong oleh pemerintah daerah atau pihak lainnya, untuk mengurangi timbulan sampah dan memperpanjang umur TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kita,” kata Dewi.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah memiliki industri persampahan yang besar dengan memproduksi bahan baku sendiri hingga hasil produksi dapat langsung dijual ke pasar.

“Seperti pembuatan sedotan, bak mandi, dan lain-lain yang bahannya dari ini semua, kita harus ke situ. Tidak perlu lagi kita mengirim bahan baku ke Pulau Jawa. Sehingga harga sampah yang kita beli dari masyarakat bisa meningkat dan minat masyarakat otomatis juga meningkat,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok & Distribusi Pertalite Nasional Aman

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

KSP Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa & Pendapat Publik, Sebutkan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik

13 Juni 2026 - 18:04 WIB

Perketat Jalur Merak-Bakauheni, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

12 Juni 2026 - 18:40 WIB

Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Ditahan, KPK Sebut Kerugian Negara Sebesar Rp622 Miliar

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Gelontorkan Rp5 Triliun, Kementan Dorong Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Papua

12 Juni 2026 - 18:27 WIB

KEM-PPKF RAPBN Tahun 2027 Disepakati, Defisit Anggaran Dijaga di Bawah Batas Aman

12 Juni 2026 - 18:21 WIB

Trending di EKOBIS