Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 21 Mei 2025 20:49 WIB

Mendes PDT Tinjau Pembentukan Koperasi Merah Putih di Indrasari: Pasti Untung!


 Mendes PDT Tinjau Pembentukan Koperasi Merah Putih di Indrasari: Pasti Untung! Perbesar

Riceknews.Id – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, mengunjungi Desa Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/5/2025). Yandri ingin memastikan pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Indrasari berjalan lancar.

Rencananya, Koperasi Merah Putih dibentuk di seluruh kelurahan desa se-Kalsel: 1871 desa dan 144 kelurahan. “Targetnya akhir Juni ini semua Koperasi Merah Putih di Kalsel sudah berbadan hukum. Saya yakin dan optimis target tercapai,” ucap Yandri, didampingi Anggota DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Gubernur Kalsel H Muhidin, dan Bupati Banjar Saidi Mansyur.

Dibantu pembuatan badan hukum

Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan, pembentukan badan hukum Koperasi Merah Putih dapat dibiayai pemerintah daerah atau melalui dana CSR. Jika tidak ada, juga boleh menggunakan dana desa.

“Jadi tidak ada alasan tidak dapat membuat akta notaris untuk pembentukan koperasi ini,” tegas Yandri.

Sementara Bupati Banjar Saidi Mansyur menyatakan komitmennya mendukung program Presiden Prabowo Subianto ini, dengan percepatan pembentukan badan hukum koperasi.

“Pembiayaan akta notaris akan menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Targetnya bulan ini semua koperasi sudah berbadan hukum,” ujar Saidi.

Menteri Yandri: Koperasi Merah Putih pasti untung

Dalam kesempatan tersebut, Mendes PDT Yandri Susanto juga meninjau progres pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Indrasari. Luasnya 100 meter persegi. Di situ nantinya akan menjalankan beberapa usaha, seperti jualan bahan pokok, buka apotik, jadi agen gas LPG 3Kg, agen BRILink dan BNI, hingga kredit usaha rakyat (KUR).

Yandri Susanto bilang, permodalan usahanya nanti melalui pinjaman dari Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) atau Bank BRI. Untuk mendapatkan modal, koperasi harus mengajukan proposal, kemudian diverifikasi, baru permodalan dikeluarkan berdasarkan kebutuhan.

“Permodalannya tanpa agunan. Karena orientasinya profit, jadi pasti untung. Modal yang diberikan harus dikembalikan dengan cara dicicil, jadi ini bukan bagi-bagi duit,” tutur Yandri.

Adapun plafon permodalan sementara maksimal Rp3 miliar. Yandri mengatakan bisa saja mendapat lebih jika memenuhi syarat serta progres bisnisnya bagus.

Jika gagal: Koperasi bisa hilang di negara ini

Supaya berjalan sesuai jalur dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja, Koperasi Merah Putih akan diawasi secara ketat oleh satgas nasional melibatkan 18 kementerian serta lintas pemerintah daerah hingga kepala desa.

“Kalau ini gagal, koperasi bisa hilang di republik ini. Makanya Presiden Prabowo berpesan agar berhasil, dan saya sangat yakin pasti berhasil,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bareskrim Polri Naikkan 98 Kasus Karhutla Korporasi ke Tahap Penyidikan

20 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Pemerintah RI Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

20 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Reformasi Pasar Modal & Transparansi, OJK Akan Tindak Pelanggaran untuk Beri Efek Jera

20 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Pemerintah Pacu Ekspor & Siapkan Belanja APBN Rp1.300 Triliun pada Triwulan IV

20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Menko PM Gandeng Kementan Percepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian

19 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Solusi Atasi Kabut Asap Karhutla, BRIN Kaji Penggunaan Es Kering

19 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Trending di NASIONAL