Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

EKOBIS · 3 Jun 2026 18:29 WIB

BPS Sebut Surplus Perdagangan Januari-April 2026 Tembus USD5,64 Miliar


 BPS Sebut Surplus Perdagangan Januari-April 2026 Tembus USD5,64 Miliar Perbesar

Ricek.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026 di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global.

Surplus neraca perdagangan secara kumulatif periode Januari hingga April 2026 sebesar USD5,64 miliar. Karena itu neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, pads Rabu (3/6/2026) menjelaskan surplus tersebut masih didorong oleh kinerja positif perdagangan komoditas nonmigas yang terus berlanjut, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.

“Hingga bulan April 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,64 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-April 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas US$14,16 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD8,52 miliar,” katanya.

Pudji melanjutkan nilai ekspor kumulatif periode Januari-April 2026 mencapai USD75,57 miliar. BPS juga mencatat tiga negara pasar utama ekspor nonmigas Indonesia, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 44,52 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2026.

Tiongkok masih menjadi pasar ekspor utama dengan nilai mencapai USD22,76 miliar (25,93 persen), diikuti Amerika Serikat USD10,17 miliar (11,59 persen), dan India USD6,14 miliar (7,00 persen).

Ekspor nonmigas ke Tiongkok pada periode Januari-April 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sedangkan ekspor ke Amerika Serikat didominasi mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan).

Selanjutnya, surplus perdagangan nonmigas pada Januari-April 2026 sebagian besar masih ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati (USD11,71 miliar), bahan bakar mineral (USD8,34 miliar), besi dan baja (USD5,71 miliar), nikel dan barang dari padanya (USD4,26 miliar), serta alas kaki (USD2,14 miliar).

Pudji juga menyampaikan nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga April 2026 sebesar USD86,51 miliar, atau naik 13,40 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor USD73,58 miliar, naik 12,70 persen.

“Sementara itu, impor migas tercatat USD12,93 miliar atau naik 17,58 persen. Dari sisi penggunaan, terjadi peningkatan impor periode Januari-April 2026 baik pada barang modal, bahan baku/penolong, maupun barang konsumsi,” kata Pudji.

Nilai impor bahan baku/penolong masih mendominasi dengan nilai mencapai USD61,82 miliar atau naik 11,67 persen. Sedangkan nilai impor barang modal mencapai USD17,01 miliar atau naik 19,02 persen. Adapun impor barang konsumsi tercatat USD7,58 miliar, atau tumbuh 15,68 persen.

Sepanjang periode Januari-April 2026, lanjut Pudji pada pada paparannya, Tiongkok menjadi negara utama asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai USD30,79 miliar (41,84 persen), diikuti Jepang dengan nilai USD4,15 miliar (5,64 persen), dan Australia USD4,15 miliar (5,64 persen). “Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 53,12 persen, atau lebih dari separuh total impor nonmigas Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, surplus perdagangan nonmigas pada Januari-April 2026 sebagian besar masih ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati (USD11,7 miliar), bahan bakar mineral (USD8,34 miliar), besi dan baja (USD5,71 miliar), nikel dan barang dari padanya (USD4,26 miliar), serta alas kaki (USD2,14 miliar).

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Tersangka & Tahan Tiga Mantan Pejabat BGN

3 Juni 2026 - 21:37 WIB

Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas, Kakorlantas Gandeng Ojol Tekan Angka Kecelakaan Motor

3 Juni 2026 - 18:38 WIB

Pemerintah Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah di 2045 Melalui Perpres PP ATS

3 Juni 2026 - 18:32 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Usai Pencopotan Dadan

3 Juni 2026 - 12:15 WIB

Ganti Pimpinan BGN, Pemerintah Pastikan Program MBG Tetap Berjalan & Semakin Kuat

3 Juni 2026 - 12:10 WIB

Fokus Efisiensi, Kemenpora Tetap Targetkan Empat Emas di Asian Games 2026

3 Juni 2026 - 12:05 WIB

Trending di NASIONAL