Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

HEADLINE · 4 Agu 2025 21:49 WIB

Puncak Kemarau Tiba, Kalsel Siaga Darurat Karhutla


 Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram Perbesar

Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram

Riceknews.Id – Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi berstatus Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Penetapan ini dilakukan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, usai Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Banjarbaru pada Senin (4/8/2025), menyusul masuknya puncak kemarau.

“Kami menetapkan status Siaga Darurat Karhutla untuk Kalsel. Dua kabupaten/kota, Banjarbaru dan Hulu Sungai Selatan (HSS), juga sudah menetapkannya,” ujar Muhidin.

Muhidin melarang keras pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia meminta semua pihak mencegah Karhutla. “Jangan sampai membuka lahan dengan cara membakar, apalagi dengan sengaja,” tegasnya.

Senada, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan maklumat larangan pembakaran hutan sudah disebar ke tiap Polres. “Pelaku akan dikenakan sanksi pidana penjara,” katanya.

Data Karhutla dan Antisipasi

Gubernur H Muhidin resmi menetapkan Provinsi Kalsel berstatus Siaga Darurat Karhutla, Senin (4/8/2025). Foto: Adpim Kalsel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat, sejak Januari hingga 3 Agustus 2025, total 155,36 hektare lahan terdampak Karhutla dari 73 kejadian, dengan 1.922 titik api (hotspot). Peningkatan signifikan terjadi sebulan terakhir, dengan 40 kasus Karhutla yang melanda 58,52 hektare lahan.

“Kalsel masih terbantu hujan, sehingga Karhutla tidak separah tahun sebelumnya yang mencapai 4.900 titik api,” jelas Plt. Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yahuar Rifai.

Untuk mengantisipasi, BPBD Kalsel telah menyiapkan personel dibantu pemangku kepentingan di lapangan untuk pemadaman. “Kamis ini kami gelar apel besar kesiapsiagaan Karhutla,” tambahnya.

Prediksi Kemarau dan Ancaman Kekeringan

Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengungkapkan 85 persen wilayah Kalsel kini mengalami puncak kemarau atau hari tanpa hujan kategori sedang dan tinggi (20-30 hari). Kondisi ini berpotensi memburuk hingga mencakup 100 persen wilayah pada Agustus, September, dan Oktober.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini ancaman kekeringan dan potensi Karhutla di sejumlah wilayah Kalsel akibat kemarau ini,” kata Damanik.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perketat Jalur Merak-Bakauheni, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

12 Juni 2026 - 18:40 WIB

Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Ditahan, KPK Sebut Kerugian Negara Sebesar Rp622 Miliar

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Matangkan Kerjasama dengan PSSN, Diskominfo Kalsel Gelar Rapat Daring Bahas Draft PKS

12 Juni 2026 - 18:32 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Melalui Forum Daerah Bersuara, Pemprov Kalsel Dukung Pelaksanaan 10 Program Direktif Presiden

12 Juni 2026 - 09:21 WIB

Fokus Siapkan PON Mendatang, Dispora Kalsel Lanjutkan Insentif Atlet & Pelatih Berprestasi

11 Juni 2026 - 19:49 WIB

Trending di DAERAH