Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 4 Agu 2025 21:49 WIB

Puncak Kemarau Tiba, Kalsel Siaga Darurat Karhutla


 Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram Perbesar

Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram

Riceknews.Id – Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi berstatus Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Penetapan ini dilakukan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, usai Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Banjarbaru pada Senin (4/8/2025), menyusul masuknya puncak kemarau.

“Kami menetapkan status Siaga Darurat Karhutla untuk Kalsel. Dua kabupaten/kota, Banjarbaru dan Hulu Sungai Selatan (HSS), juga sudah menetapkannya,” ujar Muhidin.

Muhidin melarang keras pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia meminta semua pihak mencegah Karhutla. “Jangan sampai membuka lahan dengan cara membakar, apalagi dengan sengaja,” tegasnya.

Senada, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan maklumat larangan pembakaran hutan sudah disebar ke tiap Polres. “Pelaku akan dikenakan sanksi pidana penjara,” katanya.

Data Karhutla dan Antisipasi

Gubernur H Muhidin resmi menetapkan Provinsi Kalsel berstatus Siaga Darurat Karhutla, Senin (4/8/2025). Foto: Adpim Kalsel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat, sejak Januari hingga 3 Agustus 2025, total 155,36 hektare lahan terdampak Karhutla dari 73 kejadian, dengan 1.922 titik api (hotspot). Peningkatan signifikan terjadi sebulan terakhir, dengan 40 kasus Karhutla yang melanda 58,52 hektare lahan.

“Kalsel masih terbantu hujan, sehingga Karhutla tidak separah tahun sebelumnya yang mencapai 4.900 titik api,” jelas Plt. Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yahuar Rifai.

Untuk mengantisipasi, BPBD Kalsel telah menyiapkan personel dibantu pemangku kepentingan di lapangan untuk pemadaman. “Kamis ini kami gelar apel besar kesiapsiagaan Karhutla,” tambahnya.

Prediksi Kemarau dan Ancaman Kekeringan

Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengungkapkan 85 persen wilayah Kalsel kini mengalami puncak kemarau atau hari tanpa hujan kategori sedang dan tinggi (20-30 hari). Kondisi ini berpotensi memburuk hingga mencakup 100 persen wilayah pada Agustus, September, dan Oktober.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini ancaman kekeringan dan potensi Karhutla di sejumlah wilayah Kalsel akibat kemarau ini,” kata Damanik.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan

19 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Kalsel Raih Juara 1 IPSKA Awards 2026, Apresiasi atas Inovasi & Kreativitas Pelayanan Ekspor

19 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca, Kepala BNPB Tekankan Kecepatan Penanganan Karhutla di Kalsel

19 Oktober 2026 - 19:47 WIB

RSUD Ansari Saleh Matangkan Pembangunan Pusat Jantung Terpadu & Kedokteran Nuklir

19 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Dorong Keamanan & Partisipasi Masyarakat, Pemprov Kalsel Perkuat Peran Poskamling

19 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Trending di ADVERTORIAL