Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

DAERAH · 12 Jun 2026 18:17 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study


 Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) terus berkomitmen untuk memetakan serta menyerap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar dapat langsung terjun ke dunia kerja. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah memaksimalkan program penelusuran lulusan dari kementerian, yang dikenal sebagai Tracer Study.

Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Abdurrahman mengungkapkan dari data Tracer Study, tercatat jumlah lulusan yang dilacak terus mengalami fluktuasi yang cukup besar dalam dua tahun terakhir.

“Ada program dari kementerian namanya Tracer Study, yaitu pelacakan lulusan. Tahun 2024 itu sekitar 17.000 lulusan, tahun 2025 sekitar 16.000 lulusan. Dari data itu ada 10 indikator,” ujarnya pada Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data yang terkumpul dari indikator-indikator tersebut, mayoritas alumni SMK sebenarnya sudah terserap ke berbagai sektor produktif, baik yang bekerja di perusahaan maupun yang memilih jalur mandiri.

“Memang dari indikator itu, kalau kita lihat, kita punya data sebenarnya sekitar hampir 80 persen siswa kita itu bekerja. Jadi maksudnya begini ya, ada yang bekerja dalam artian membuka usaha sendiri, ada juga bekerja di perusahaan atau dunia usaha dunia industri. Ada juga yang melanjutkan kuliah. Nah, itu di dalam sistem dia tidak disebut menganggur,” jelasnya.

Kendati demikian, Abdurrahman mengakui tantangan utama di lapangan adalah kesadaran para alumni untuk melapor setelah mereka lulus sekolah. Kurangnya pelaporan ini berdampak pada tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang tercatat di tingkat nasional.

“Cuma biasanya, kadang anak-anak kita itu dia setelah lulus itu tidak melaporkan. Nah, sehingga secara nasional memang SMK itu tuntutannya lebih,” tambahnya.

Menyikapi fenomena ini, Disdikbud Kalsel bergerak cepat dengan menyusun sejumlah langkah konkret demi mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja. Menindaklanjuti arahan dari pimpinan, Disdikbud Kalsel pun mendorong adanya komitmen bersama dengan perusahaan tempat para siswa melakukan magang, serta memperbanyak pembukaan kelas industri di sekolah-sekolah yang potensial.

“Sebagaimana arahan pimpinan, Pak Kadis dan Pak Kabid, kami mengusahakan apabila anak-anak itu dia magang di tempat perusahaan, kami berharap juga perusahaan itu bisa merekrut mereka untuk bekerja. Kemudian juga kepala sekolah yang memiliki potensi itu mereka membuka kelas industri,” paparnya.

Abdurrahman mencontohkan salah satu bentuk kelas industri yang sudah berjalan baik adalah kerja sama di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

“Kelas industri itu memang disiapkan langsung bekerja setelah lulus. Ini misalnya dari Axioo jurusan TKJ, daftarnya itu ada seleksi tersendiri, masuk itu langsung disambung oleh perusahaan,” urainya.

Abdurrahman tidak menampik adanya kendala dalam memetakan berbagai skala perusahaan. Namun, upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil dalam beberapa bulan terakhir demi menekan angka pengangguran secara signifikan.

“Dalam beberapa bulan ini kami sudah memetakan berapa jumlah DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri). Kemudian kami memohon juga kepada perusahaan, kalau memang dia berbakat bisa langsung direkrut untuk mengurangi pengangguran lulusan SMK,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Lepas Kontingen SOIna Banjarmasin, Sekda Tegaskan Komitmen Dukung Olahraga Disabilitas

12 Juni 2026 - 18:53 WIB

563 Petugas Lapangan Siap Bertugas Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Banjar

12 Juni 2026 - 18:45 WIB

Matangkan Kerjasama dengan PSSN, Diskominfo Kalsel Gelar Rapat Daring Bahas Draft PKS

12 Juni 2026 - 18:32 WIB

Melalui Forum Daerah Bersuara, Pemprov Kalsel Dukung Pelaksanaan 10 Program Direktif Presiden

12 Juni 2026 - 09:21 WIB

Saidi Mansyur Sampaikan Jawaban Fraksi DPRD Banjar & Serahkan Pertanggungjawaban APBD 2025

12 Juni 2026 - 09:16 WIB

Fokus Siapkan PON Mendatang, Dispora Kalsel Lanjutkan Insentif Atlet & Pelatih Berprestasi

11 Juni 2026 - 19:49 WIB

Trending di DAERAH