Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DAERAH · 30 Agu 2025 13:54 WIB

Demo di Kalsel, Ribuan Massa ‘Kepung’ DPRD Provinsi Senin Lusa


 Demo di Kalsel, Ribuan Massa ‘Kepung’ DPRD Provinsi Senin Lusa Perbesar

Riceknews.Id – Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan, yang terdiri dari ribuan mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online (ojol), dan masyarakat umum, akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan pada Senin, 1 September 2025.

Massa dijadwalkan berkumpul terlebih dahulu di Taman Kamboja, Banjarmasin, sebelum bergerak bersama menuju kantor DPRD di Jalan Lambung Mangkurat.

Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, Rizki, menyatakan bahwa aksi ini membawa sejumlah tuntutan krusial, baik di tingkat nasional maupun lokal. Salah satu sorotan utama adalah reformasi di tubuh parlemen.

“Kami menuntut reformasi menyeluruh di tubuh DPR agar gaji dan tunjangan anggota dewan selaras dengan kondisi fiskal negara. Kami juga menolak segala bentuk negosiasi yang tidak dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK,” tegas Rizki usai konsolidasi di Banua Anyar, Jumat (29/8/2025) malam.

Selain isu parlemen, aliansi juga akan menyuarakan tuntutan reformasi di institusi Polri, mendesak revisi UU Polri, dan mengecam keras tindakan represif aparat. Mereka bahkan menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur jika tidak menunjukkan komitmen perubahan.

Pengusutan tuntas kasus meninggalnya Affan Kurniawan yang hingga kini dinilai belum menemukan titik terang juga menjadi salah satu agenda utama yang akan disuarakan.

Di tingkat lokal, aliansi menyoroti serangkaian persoalan mendesak. Mereka menolak rencana penetapan Taman Nasional Meratus yang dianggap mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat, menuntut penghentian monopoli batu bara, serta penyelesaian konflik agraria perkebunan sawit di berbagai daerah.

Aliansi juga mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan dua rancangan undang-undang yang dianggap pro-rakyat, yaitu RUU Perampasan Aset dan RUU Perlindungan Masyarakat Adat.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial Massal Sambut Hari Bhayangkara ke-80

25 Juni 2026 - 21:07 WIB

UNIVSM & Kementerian Hukum Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual serta Pos Bantuan Hukum di Balangan

24 Juni 2026 - 18:31 WIB

Jaga Stabilitas & Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Dikukuhkan

24 Juni 2026 - 17:58 WIB

Pasca Raih Opini WTP ke-13, Pemprov Kalsel Berkomitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset

24 Juni 2026 - 17:49 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjar, Tim Pengadaan Tanah Lakukan Pendataan Awal Lokasi

24 Juni 2026 - 17:32 WIB

Dispora Kalsel & Komunitas WEKB Tawarkan Hadiah Umrah, Ribuan Goweser Semangat Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram

24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL