Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

Kab. Kotabaru · 27 Mar 2026 16:36 WIB

Pra Musrenbang Digelar untuk Percepat Penurunan Stunting di Kotabaru


 Pra Musrenbang Digelar untuk Percepat Penurunan Stunting di Kotabaru Perbesar

Kotabaru, Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS) tingkat kabupaten tahun 2026, Jumat (27/03/2026), di Ruang Zona Partisipasi Lantai 3 Kantor Bapperida.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta pedoman pelaksanaan konvergensi pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pra-Musrenbang ini menjadi bagian penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan program percepatan penurunan stunting agar lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menegaskan bahwa visi pembangunan nasional “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

“Dalam Asta Cita keempat ditegaskan pentingnya penguatan sektor kesehatan dan gizi, termasuk percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,4 persen pada 2029 dan mencapai 5 persen pada 2045.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen untuk memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ungkapnya.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi stunting di Kabupaten Kotabaru menunjukkan tren fluktuatif. Pada 2021 tercatat sebesar 21,8 persen, meningkat menjadi 31,6 persen pada 2022, kemudian menurun menjadi 20,1 persen pada 2023, dan kembali naik menjadi 23,2 persen pada 2024.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya yang telah dilakukan sudah memberikan hasil, namun belum konsisten dan masih memerlukan penguatan yang lebih terarah, terintegrasi, serta berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap berbagai permasalahan dan kendala di tingkat kecamatan hingga desa dapat diidentifikasi, sehingga dapat dirumuskan solusi yang komprehensif dan dapat dilaksanakan secara bersama.

“Saya berharap melalui forum ini, kita dapat menghasilkan program prioritas yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, berbasis data, serta dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat desa dan kecamatan,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Kotabaru, Wakil Ketua I TP PKK Kotabaru, Kepala Bapperida Kabupaten Kotabaru, serta perwakilan camat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Lepas Kontingen POPDA Kotabaru, Pemkab Kotabaru Targetkan Masuk Lima Besar Kalsel

15 Mei 2026 - 21:50 WIB

Rangkaian Harjad ke-76 Kotabaru, Festival Olahraga Tradisional & Street Soccer Berjalan Sukses

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

Sekda Kotabaru Tekankan Disiplin ASN dan Profesionalisme WFH

13 Mei 2026 - 08:50 WIB

Wabup Kotabaru Pastikan Jalan dan Jembatan di Pamukan Segera Diperbaiki

13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Wisata Teluk Tamiang Bakal Dipasang PJU, Bupati Kotabaru Langsung Cek Lokasi

12 Mei 2026 - 22:27 WIB

Kloter 13 Embarkasi Banjarmasin Jamaah Haji Kotabaru dan Tanah Bumbu Berangkat ke Tanah Suci

12 Mei 2026 - 09:10 WIB

Trending di ADVERTORIAL