Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

EKOBIS · 15 Mei 2026 20:00 WIB

Purbaya Ungkap Belanja Masyarakat Jadi Penggerak Ekonomi Triwulan I 2026


 Purbaya Ungkap Belanja Masyarakat Jadi Penggerak Ekonomi Triwulan I 2026 Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, bukan oleh belanja pemerintah.

Hal ini disampaikan Purbaya dalam keterangan melalui salah satu TV nasional pada Kamis (14/5/2026).

Menkeu menjelaskan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 2,94 persen.

“Jadi salah besar kalau yang men-drive adalah pemerintah. Yang men-drive adalah belanja rumah tangga, artinya daya beli masyarakat kuat dan tumbuh signifikan,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi investasi terhadap pertumbuhan tercatat sebesar 1,79 persen, sedangkan kontribusi belanja pemerintah sebesar 1,26 persen.

Menurut Menkeu, masih banyak pihak yang keliru dalam membaca data pertumbuhan ekonomi karena tidak memperhitungkan kontribusi berdasarkan pangsa masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Rumusnya sederhana, yaitu pertumbuhan dikalikan pangsanya terhadap ekonomi. Dari situ terlihat bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga menjadi yang tertinggi dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Purbaya juga menerangkan pertumbuhan belanja pemerintah yang cukup tinggi pada awal tahun merupakan hasil dari strategi percepatan belanja negara agar dampak ekonomi lebih merata sepanjang tahun.

“Mungkin sebelumnya belanja lebih banyak terkonsentrasi di akhir tahun sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kurang optimal. Sekarang spending dilakukan lebih merata sejak awal tahun,” katanya.

Purbaya menambahkan pemerintah telah menjalankan kombinasi stimulus fiskal dan moneter selama Triwulan I 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat.

Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja kementerian/lembaga dan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun. Sebelumnya, Menkeu menyebut realisasi belanja negara pada awal 2026 telah mencapai Rp815 triliun.

“Semua ini memang by design, bukan terjadi secara kebetulan. Perbaikan ekonomi selama dua tahun terakhir merupakan hasil desain kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah hanya menjalankan strategi tersebut,” pungkas Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS