Martapura, Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali membuka pelatihan musik panting bagi pemuda pada tahun 2026 sebagai upaya menjaga dan mengembangkan seni budaya daerah di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang digagas melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata ini menjadi wadah bagi pemuda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, khususnya musik panting.
Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Supriyadi, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus melestarikan kesenian tradisional Banjar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pemuda-pemuda di Kabupaten Banjar agar bakat mereka bisa tersalurkan dan kesenian panting tetap berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya grup-grup seni baru di tingkat desa maupun kelurahan.
Pada tahun ini, pelatihan akan dilaksanakan dalam 15 kali pertemuan dengan jumlah peserta dibatasi sebanyak tiga grup. Setiap grup terdiri dari tujuh orang perwakilan desa, kelurahan, atau organisasi kepemudaan.
Para peserta nantinya akan mendapatkan pembinaan langsung dari tim bidang kebudayaan melalui forum budaya yang telah disiapkan sebagai pelatih.
“Peserta akan dibina selama pelatihan berlangsung, sehingga diharapkan nantinya bisa tampil dan melanjutkan kesenian ini di daerah masing-masing,” jelasnya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui media sosial dan tautan yang telah disediakan panitia. Hingga saat ini, dua grup telah mendaftar, sehingga tersisa satu grup lagi untuk memenuhi kuota.
“Jika kuota sudah terpenuhi, pendaftaran akan ditutup dan pelatihan kemungkinan mulai pertengahan April,” tambahnya.
Pelatihan musik panting tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua. Pada 2025, kegiatan serupa telah digelar dan sejumlah peserta bahkan tampil dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar.
Adapun pelatihan dijadwalkan berlangsung di Aula Disbudporapar Kabupaten Banjar pada April hingga Mei 2026 dan terbuka bagi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang berdomisili di Kabupaten Banjar serta memiliki kemampuan dasar bermain alat musik.
Selain musik panting, pemerintah daerah juga berencana mengembangkan pelatihan seni tradisional lainnya sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Banjar secara berkelanjutan.

