Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

HEADLINE · 23 Apr 2026 21:58 WIB

Dugaan Korupsi Server Disdik Banjarmasin Penyedia Ditahan Kerugian Negara Rp5 Miliar


 Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin saat melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu untuk mengumpulkan dokumen terkait penyidikan dugaan korupsi. Terbaru, satu orang berinisial T telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Perbesar

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin saat melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu untuk mengumpulkan dokumen terkait penyidikan dugaan korupsi. Terbaru, satu orang berinisial T telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Ricek.ID- Tim penyidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin resmi menetapkan sekaligus menahan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sewa server jaringan dan aplikasi di Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Tersangka berinisial TAN merupakan pihak swasta yang berperan sebagai penyedia dalam proyek tersebut. Saat ini, yang bersangkutan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Teluk Dalam guna kepentingan proses penyidikan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Banjarmasin, Mirzantio Erdinanda, menjelaskan bahwa perkara ini berkaitan dengan proyek pengadaan yang berlangsung sejak 2021 hingga 2024.

“Penahanan dilakukan di Lapas Teluk Dalam, untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” katanya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan, dana yang telah dicairkan dalam proyek tersebut mencapai sekitar Rp5,5 miliar dari total pagu anggaran Rp6,5 miliar. Namun, hasil audit menunjukkan adanya kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp5 miliar.

Dalam praktiknya, tersangka diduga menyediakan aplikasi yang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Bahkan, sebagian besar aplikasi disebut tidak dapat berfungsi secara optimal, sehingga tujuan pengadaan tidak tercapai.

“Berdasarkan hasil perhitungan auditor, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 5 miliar dalam proyek ini,” ujarnya.

Penyidik juga masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Hingga kini, sekitar 40 orang saksi telah dimintai keterangan.

Kejari Banjarmasin menegaskan proses hukum akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam perkara ini.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Hujan Deras & Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Sungai Ulin, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

6 November 2026 - 18:56 WIB

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Polres Banjar Ungkap Dua Kasus Penggelapan & Satu Pencurian dengan Pemberatan

3 November 2026 - 16:00 WIB

Penanganan Kasus Pembakaran Lahan di Dua Kecamatan, Polres Banjar Tetapkan Tiga Tersangka

3 November 2026 - 15:57 WIB

Pasca Operasi Bersih, Polres Banjar Bongkar Peredaran Miras Oplosan & Pabrikan

3 November 2026 - 15:54 WIB

Ungkap Peredaran Narkoba & Obat Terlarang, Polres Banjar Sita Sabu 131,55 Gram

3 November 2026 - 15:51 WIB

Trending di HEADLINE