Ricek.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026) menyampaikan salah satu langkah penting dalam investigasi adalah simulasi sistem persinyalan yang dilakukan KNKT guna mengidentifikasi kemungkinan penyebab teknis kecelakaan.
“Simulasi persinyalan menjadi bahan penting untuk memahami respons sistem saat kejadian serta mengidentifikasi potensi kelemahan yang ada,” ujarnya.
Menurut Dudy, investigasi dilakukan secara komprehensif, objektif, dan berbasis data lapangan, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi menyeluruh dalam peningkatan keselamatan operasional perkeretaapian nasional.
Kemenhub, lanjutnya, berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi yang dihasilkan KNKT guna memperkuat sistem keselamatan transportasi, sejalan dengan prinsip bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam layanan publik.
“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Hasil investigasi akan kami jadikan dasar untuk perbaikan sistem ke depan,” tegasnya.
Dalam perkembangan penanganan insiden, tercatat sebanyak 106 penumpang menjadi korban yang terdiri dari 90 orang luka-luka dan 16 orang meninggal dunia.
Dari jumlah korban luka, sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Sementara itu, proses pemulihan operasional kereta api terus berlangsung, di mana berdasarkan informasi PT Kereta Api Indonesia, jalur hilir telah kembali dibuka pada Selasa (28/4/2026) dini hari, disusul jalur hulu yang dinyatakan bersih dari puing pada Rabu (29/4/2026) dini hari.
Sebagai bagian dari uji coba operasional, Menhub turut menjajal perjalanan kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang untuk memastikan kesiapan jalur yang sebelumnya terdampak.
Langkah percepatan pemulihan ini menunjukkan respons cepat pemerintah dalam menjaga kelancaran layanan transportasi sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.
Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta-Cita, khususnya pada penguatan infrastruktur transportasi yang aman, andal, serta berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Pemerintah menegaskan investigasi insiden Bekasi Timur tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa dan memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.
Sumber : infopublik.id









