Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

KESEHATAN · 15 Mei 2026 19:55 WIB

Kemenkes Dorong Nutri-Level Jadi Tren Baru Hidup Sehat Anak Muda Indonesia


 Kemenkes Dorong Nutri-Level Jadi Tren Baru Hidup Sehat Anak Muda Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mulai mendorong pendekatan baru dalam kampanye kesehatan masyarakat melalui peluncuran inisiatif Nutri-Level. Tidak lagi sekadar menjadi program pemerintah, Nutri-Level diarahkan sebagai gerakan nasional yang menjadikan hidup sehat bagian dari gaya hidup modern sekaligus kebanggaan generasi muda.

Nutri-Level merupakan sistem penilaian kandungan nutrisi pada produk makanan dan minuman olahan melalui kode warna dan huruf, sehingga masyarakat lebih mudah memahami tingkat kesehatan suatu produk.

Sistem ini terbagi dalam empat kategori, yaitu Level A dengan huruf A berwarna hijau tua, Level B dengan huruf B berwarna hijau muda,Level C dengan huruf C berwarna kuning, dan Level D dengan huruf D berwarna merah. Semakin tinggi level produk menuju kategori A, semakin baik kandungan gizinya. Sebaliknya, produk dengan level D menandakan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang perlu dibatasi konsumsinya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan Nutri-Level lahir dari keprihatinan terhadap tingginya ancaman penyakit tidak menular di Indonesia. Stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal masih menjadi penyebab utama kematian usia muda. Karena itu, pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak dinilai sebagai salah satu langkah paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit tersebut.

“Gula, garam, lemak itu sangat berpengaruh by scientific proof untuk stroke, jantung, ginjal. Kalau kita bisa menurunkan konsumsi gula, garam, lemak ke level normal, insyaallah teman-teman enggak ada yang usianya di bawah 76 tahun,” ujar Menkes dalam peluncuran Nutri-Level di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta pada Kamis (14/5/2026).

Budi menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi semakin penting karena Indonesia tengah menghadapi lonjakan kasus diabetes. Berdasarkan data Kemenkes, prevalensi diabetes telah mencapai 11,3 persen populasi atau sekitar 30 juta penduduk. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena diabetes dapat menjadi pintu masuk berbagai komplikasi berat, termasuk gagal ginjal yang berujung pada kebutuhan cuci darah.

Melihat kondisi tersebut, Menkes menegaskan keberhasilan program kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar kesadaran hidup sehat tumbuh dari diri setiap individu.

“Program kesehatan akan berhasil kalau dilakukan bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat. Program kesehatan yang baik itu bukan sekadar program, tetapi harus berbentuk gerakan atau movement,” katanya.

Karena itu, Nutri-Level dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian masyarakat, khususnya generasi muda. Peluncurannya di pusat perbelanjaan menjadi simbol bahwa hidup sehat harus hadir di ruang publik dan menjadi bagian dari tren sosial.

Menkes menilai konsep hidup sehat perlu dikemas dengan pendekatan yang relevan dengan budaya anak muda saat ini, termasuk melalui fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

“Cara yang paling bagus adalah menjadikan ini the new lifestyle, menjadikan ini FOMO, menjadikan bahwa hidup sehat is cool. Program kesehatan yang baik adalah ketika ownership untuk hidup sehat ada di individunya,” tegasnya.

Budi mencontohkan perubahan sederhana yang mulai terlihat di kalangan anak muda, seperti beralih dari minuman tinggi gula ke pilihan yang lebih sehat, seperti americano atau espresso tanpa tambahan gula berlebih.

Melalui Nutri-Level, Kemenkes berharap kesadaran tentang pentingnya nutrisi sehat dapat menjangkau lebih dari 280 juta penduduk Indonesia hingga ke berbagai daerah. Pemerintah ingin membangun budaya baru, yakni menjaga kesehatan bukan lagi kewajiban yang terasa berat, melainkan identitas dan gaya hidup masyarakat modern Indonesia.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah Dorong Kelanjutan Program Ketenagakerjaan & Insentif Ekonomi pada 2027

30 September 2026 - 20:49 WIB

Presiden Prabowo Pastikan Efisiensi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat

30 September 2026 - 20:47 WIB

UU APBN 2027 Disahkan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp4.106,3 Triliun

29 September 2026 - 20:32 WIB

Menkomdigi Dorong SP4N-LAPOR! Jadi Sumber Perbaikan Kebijakan Publik

29 September 2026 - 20:29 WIB

Prabowo Minta Antrean BPJS Dipangkas & Pasien Dilayani Tanpa Dibeda-bedakan

29 September 2026 - 20:27 WIB

Bahas Penguatan BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Tambahan Rp20 Triliun

29 September 2026 - 20:25 WIB

Trending di KESEHATAN