Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

EKOBIS · 15 Mei 2026 20:00 WIB

Purbaya Ungkap Belanja Masyarakat Jadi Penggerak Ekonomi Triwulan I 2026


 Purbaya Ungkap Belanja Masyarakat Jadi Penggerak Ekonomi Triwulan I 2026 Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, bukan oleh belanja pemerintah.

Hal ini disampaikan Purbaya dalam keterangan melalui salah satu TV nasional pada Kamis (14/5/2026).

Menkeu menjelaskan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 2,94 persen.

“Jadi salah besar kalau yang men-drive adalah pemerintah. Yang men-drive adalah belanja rumah tangga, artinya daya beli masyarakat kuat dan tumbuh signifikan,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi investasi terhadap pertumbuhan tercatat sebesar 1,79 persen, sedangkan kontribusi belanja pemerintah sebesar 1,26 persen.

Menurut Menkeu, masih banyak pihak yang keliru dalam membaca data pertumbuhan ekonomi karena tidak memperhitungkan kontribusi berdasarkan pangsa masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Rumusnya sederhana, yaitu pertumbuhan dikalikan pangsanya terhadap ekonomi. Dari situ terlihat bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga menjadi yang tertinggi dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Purbaya juga menerangkan pertumbuhan belanja pemerintah yang cukup tinggi pada awal tahun merupakan hasil dari strategi percepatan belanja negara agar dampak ekonomi lebih merata sepanjang tahun.

“Mungkin sebelumnya belanja lebih banyak terkonsentrasi di akhir tahun sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kurang optimal. Sekarang spending dilakukan lebih merata sejak awal tahun,” katanya.

Purbaya menambahkan pemerintah telah menjalankan kombinasi stimulus fiskal dan moneter selama Triwulan I 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat.

Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja kementerian/lembaga dan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun. Sebelumnya, Menkeu menyebut realisasi belanja negara pada awal 2026 telah mencapai Rp815 triliun.

“Semua ini memang by design, bukan terjadi secara kebetulan. Perbaikan ekonomi selama dua tahun terakhir merupakan hasil desain kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah hanya menjalankan strategi tersebut,” pungkas Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat pada APBN 2028

30 Juli 2026 - 18:43 WIB

Hidupkan Warisan Sejarah untuk Generasi Masa Depan, Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

30 Juli 2026 - 18:38 WIB

BPJPH & Badan Karantina Cegah Penipuan Label Halal dengan Perkuat Pengawasan Produk Impor

30 Juli 2026 - 18:27 WIB

Prabowo Pimpin Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

29 Juli 2026 - 18:53 WIB

KPK Kembali Lakukan OTT di Pemalang, Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

29 Juli 2026 - 18:50 WIB

Pemda Alami Kesulitan Anggaran, Wamendagri Minta Tak PHK PPPK

29 Juli 2026 - 18:47 WIB

Trending di NASIONAL