Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

INTERNASIONAL · 29 Mei 2026 19:18 WIB

Prabowo Kunjungi Prancis, Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan & Riset


 Prabowo Kunjungi Prancis, Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan & Riset Perbesar

Ricek.ID – Dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada Kamis (28/5/2026), Indonesia dan Prancis sepakati perkuatan kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta.

Penguatan kerja sama tersebut diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, kapasitas riset, serta daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin berbasis pengetahuan dan teknologi.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan bersama menempatkan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik sebagai salah satu prioritas utama hubungan bilateral kedua negara.

Kesepakatan itu dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses perguruan tinggi Indonesia terhadap jejaring akademik internasional sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyambut positif hasil pertemuan kedua kepala negara tersebut. Menurutnya, kemitraan Indonesia–Prancis bukan sekadar kerja sama antarnegara, melainkan investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.

“Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian.

Melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility, kedua negara berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan mobilitas akademik. Kesepakatan itu membuka peluang lebih luas bagi pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian lintas negara, pengembangan inovasi, hingga penguatan kewirausahaan berbasis teknologi.

Kerja sama tersebut juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship di Angers, Prancis, pada Juli 2026. Forum itu menjadi ruang strategis untuk merumuskan berbagai program konkret yang mempererat hubungan antarkampus, pusat riset, industri, dan ekosistem inovasi kedua negara.

Penguatan kemitraan tidak berhenti pada ranah akademik. Indonesia dan Prancis juga menempatkan inovasi sebagai agenda bersama melalui France–Indonesia Year of Innovation 2026. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendukung pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia turut menyampaikan ketertarikan menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai mencerminkan keseriusan Indonesia memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional guna mendukung agenda pembangunan jangka panjang sekaligus menjawab kebutuhan energi masa depan.

Penguatan hubungan dengan Prancis sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.

Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas, perguruan tinggi Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan teknologi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kemitraan strategis Indonesia–Prancis ini sekaligus menegaskan bahwa diplomasi pendidikan dan sains kini menjadi instrumen penting pembangunan nasional. Dengan memperluas akses sivitas akademika ke jejaring global serta memperkuat kapasitas riset dan inovasi, Indonesia menyiapkan talenta unggul yang mampu berperan aktif dalam menjawab tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Program Perumahan, Pemerintah Tingkatkan Kelayakan Hunian & Berdayakan UMKM Lokal

27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Sempurnakan Aturan Korupsi, Presiden Prabowo Tekankan Perlindungan Kekayaan Negara

27 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Utamakan Edukasi & Keselamatan

26 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Trending di EKOBIS