Banjarbaru- Tujuh kabupaten di Kalimantan Selatan yang sebelumnya belum menerima bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini dipastikan memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat dengan total mencapai Rp80 miliar.
Kepastian tersebut menyusul pengajuan kembali permohonan bantuan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, agar daerah yang belum terakomodasi turut mendapatkan dukungan untuk menangani karhutla.
Saat kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Banjarbaru pada 19 Oktober 2026, Gubernur Muhidin kembali menyampaikan kebutuhan bantuan bagi kabupaten yang sebelumnya belum masuk dalam daftar penerima.
Dari daftar bantuan terbaru, tujuh kabupaten tersebut kini telah tercantum sebagai penerima dukungan anggaran untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah masing-masing.
Kabupaten Banjar memperoleh alokasi sebesar Rp20 miliar. Sementara itu, Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Kotabaru masing-masing mendapatkan Rp10 miliar.
Pada 22 Oktober 2026, pemerintah pusat mengumumkan bahwa bantuan tahap kedua telah ditransfer kepada daerah penerima.
Bantuan untuk Pemadaman dan Perlindungan Masyarakat
Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai kebutuhan penanganan karhutla, mulai dari perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak asap hingga peningkatan sarana dan operasional pemadaman.
Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi alat pelindung diri bagi petugas, pompa dan tangki air, selang pemadaman, serta dukungan pembasahan lahan gambut untuk membantu mengendalikan kebakaran.
Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan petugas di lapangan sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Dengan masuknya tujuh kabupaten tersebut, dukungan anggaran penanganan karhutla di Kalimantan Selatan kini menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya belum menerima bantuan.
Kepastian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pemadaman, memenuhi kebutuhan operasional petugas, serta membantu masyarakat yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.














