Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

HEADLINE · 6 Jun 2026 09:03 WIB

KPK Tahan Delapan Tersangka dalam Kasus Korupsi Imigrasi


 KPK Tahan Delapan Tersangka dalam Kasus Korupsi Imigrasi Perbesar

Ricek.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status dugaan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi dari penyelidikan tertutup ke tahap penyidikan. Langkah agresif ini diambil setelah KPK mengantongi kecukupan alat bukti melalui gelar perkara (ekspose) yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026) malam.

Dalam perkembangannya, lembaga antirasuah tersebut menetapkan delapan orang sebagai tersangka dari total 18 orang yang sebelumnya diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT). Sementara itu, 10 orang lainnya yang berstatus sebagai saksi telah dipulangkan oleh tim penyidik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya kepada media pada Kamis (4/6/2026) mengungkapkan dari delapan orang yang resmi menyandang status tersangka, salah satunya merupakan mantan pejabat tinggi negara.

“Adapun kepada delapan orang tersangka tersebut, salah satunya yaitu saudara SK yang merupakan Dirjen Imigrasi periode 2023-2024,” ujar Budi.

Untuk kepentingan penyidikan dan mencegah para tersangka memengaruhi saksi atau menghilangkan bukti, KPK langsung melakukan penahanan terhadap kedelapan tersangka tersebut untuk 20 hari pertama.

Para tersangka diduga kuat terlibat dalam praktik rasuah terkait pengurusan dokumen keimigrasian. KPK menilai seluruh unsur melawan hukum dalam perkara ini telah terpenuhi secara materiel.

Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu: Pasal 12e UU Tipikor: Terkait dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian dan Pasal 12B UU Tipikor: Terkait dugaan penerimaan gratifikasi atau pemberian lainnya.

Sebagai langkah lanjutan pasca-penetapan tersangka, tim penyidik KPK langsung bergerak cepat melakukan sterilisasi dengan memasang KPK Line (garis pembatas KPK) di sejumlah titik strategis. Penyegelan ini dilakukan guna mengamankan lokasi sebelum dilakukannya penggeledahan dalam waktu dekat.

Menariknya, area penindakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota. Selain di Jakarta, KPK juga melakukan penyegelan ruangan di wilayah lain, termasuk di Bali. KPK menegaskan saat ini penanganan perkara masih difokuskan secara mendalam kepada delapan tersangka yang sudah ditetapkan.

“Detail mengenai konstruksi perkara, linimasa (tempus delicti), hingga total kerugian negara atau nilai suap secara rinci akan dibeberkan secara komprehensif dalam konferensi pers resmi yang akan digelar dalam waktu dekat,” tutupnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Prabowo Perintahkan Pengusutan Dugaan Kesengajaan Pembakaran Hutan & Lahan

7 September 2026 - 20:55 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi Sektor Penerbangan

7 September 2026 - 20:53 WIB

Dukung PKPN 2027, Kemenkeu Siapkan Rp49,80 Triliun

7 September 2026 - 20:51 WIB

OJK Bersama Stakeholders Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026

7 September 2026 - 20:48 WIB

KPK RI Ingatkan BUMN Kelola Konflik Kepentingan

6 September 2026 - 20:19 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bandara Soekarno-Hatta Perpanjang Waktu Tutup Operasional

6 September 2026 - 19:41 WIB

Trending di NASIONAL