Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

INTERNASIONAL · 8 Jun 2026 17:12 WIB

Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Medali Emas Nomor Lead di World Climbing Series Seri Praha 2026


 Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Medali Emas Nomor Lead di World Climbing Series Seri Praha 2026 Perbesar

Ricek.ID – Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani berhasil torehkan sejarah baru setelah berhasil menjadi atlet tanah air pertama yang mampu mendapatkan medali emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series seri Praha 2026, Ceko pada Senin (8/6/2026) dini hari WIB.

Putra bersaing dengan tujuh pemanjat elite dunia pada final di Praha yakni, Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang. Kemudian Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), serta Jakob Schubert dari Austria. Suzuki meraih medali perak dengan skor 39, sedangkan Schubert membawa pulang medali perunggu setelah mencetak skor 37.

Pada babak final di Ceko, atlet asal Jawa Timur itu tampil impresif dengan membukukan skor 43 untuk menundukkan para pesaingnya, sekaligus memastikan diri berdiri di podium tertinggi.

Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final disiplin lead World Climbing Series Praha 2026 Sebelumnya, pada September 2025, ia sempat menembus final lead putra World Climbing Series Koper, Slovenia. Namun saat itu ia hanya menempati peringkat keenam dengan skor 40+.

Menjadi juara dunia merupakan prestasi puncak seorang atlet. Namun, Atlet Indonesia, Putra Tri Ramadani, yang baru saja meraih juara dunia Panjang tebing, tidak mau cepat berpuas diri.

Pencapaian itu diraih Putra, yang akrab disapa Srondeng, tersebut di Ceko kini menjadi torehan sejarah sebagai atlet tanah air pertama yang mampu mendapatkan medali emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series.

“Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram),” katanya.

Putra menegaskan, emas tersebut menjadi tambahan motivasi untuk semakin berprestasi guna mengharumkan nama bangsa dan negara. Ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar penampilannya lebih konsisten dalam kompetisi level dunia, meski berhasil mempersembahkan medali emas yang bersejarah bagi Indonesia.

Putra menyatakan, jalur yang disiapkan pada babak final memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga menuntut fokus serta daya tahan tubuh yang kuat.

“Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi,” ujarnya.

Sumber : kemenpora.go.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Langkah Elegan Lisa Halaby Dorong Banjarbaru Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Sepatu Roda

7 Juni 2026 - 15:20 WIB

Indonesia Open 2026, Menpora Saksikan Perjuangan Jonatan Christie Menuju Final

7 Juni 2026 - 08:27 WIB

Dua Personel Perdamaian RI yang Gugur Dianugerahi Medali Dag Hammarskjold

7 Juni 2026 - 08:17 WIB

Lolos ke 32 Besar Nasional Liga 4, Persemar FC Ukir Sejarah Jadi Wakil Pertama Kalsel

6 Juni 2026 - 21:28 WIB

Resmi Nahkodai KONI Banjar, Irwan Bora Siap Perkuat Pembinaan Atlet Menuju Porprov 2029

6 Juni 2026 - 17:21 WIB

Penjualan Jersey di Martapura Meningkat Jelang Piala Dunia 2026

6 Juni 2026 - 17:12 WIB

Trending di DAERAH