Ricek.ID – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru pada Senin (8/6/2026).
Rakor yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan daerah guna mengevaluasi kinerja dan menyelaraskan program kerja.
Seluruh elemen pimpinan, mulai dari Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekretaris Daerah, Tenaga Ahli P2D, Inspektur, Sekretaris DPRD, Kasatpol PP, Kepala Badan dan Dinas, Camat, Direktur RSDI, Kepala Bagian Setda, hingga seluruh Lurah di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru mengikuti rapat ini secara komprehensif.
Wali Kota Erna Lisa Halaby dalam arahannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran atas kinerja luar biasa terkait laporan keuangan daerah.
“Kita berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan yang membanggakan, Kota Banjarbaru adalah satu-satunya kota yang sudah 100 persen menanggapi dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK. Ulun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras bapak dan ibu semua,” tegasnya.
Selain memberikan apresiasi, Wali Kota juga memberikan sejumlah instruksi strategis yang menjadi fokus Pemerintah Kota Banjarbaru ke depan.
Lisa Halaby menyampaikan beberapa arahan utama yang ditekankan selama rapat, seperti Optimalisasi Anggaran dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Ia meminta agar seluruh perangkat daerah berfokus pada efisiensi dan optimalisasi belanja serta menghindari pemborosan yang tidak perlu.
Selain itu SKPD diimbau untuk tidak hanya terpaku pada APBD, tetapi juga dituntut inovatif mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya yang sah sesuai peraturan.
Sedangkan penyaluran dana hibah harus dievaluasi secara ketat berdasarkan kebutuhan riil. SKPD harus memilah dengan cermat mana yang benar-benar menjadi prioritas.

Lisa Halaby menyebut Kota Banjarbaru baru saja menerima dana insentif fiskal sebesar Rp 3 Miliar yang diminta agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu Wali Kota menekankan peningkatan mutu pelayanan publik dan bebas pungli, dimana seluruh program kerja harus difokuskan pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Pastikan pelaksanaan program berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Lisa Halaby dengan tegas mengingatkan agar petugas di lapangan tidak melakukan pungutan liar kepada masyarakat.
“Berikan pelayanan yang terbaik, murni untuk melayani,” imbaunya.
Wali Kota juga meminta penertiban Aset dan Administrasi Pertanahan, di mana SKPD terkait diminta segera menertibkan dan mendata ulang aset-aset milik daerah agar tercatat dan terkelola dengan baik.
Ia juga melarang adanya tumpang tindih lahan dan menyampaikan hal ini khusus kepada seluruh Camat dan Lurah.
“Jangan sampai menerbitkan surat sporadik yang tumpang tindih. Ulun minta tolong, di Kota Banjarbaru jangan sampai ada tanah yang bermasalah,” pesan Wali Kota.
Lisa Halaby juga meminta sinergi lingkungan dengan mendorong masyarakat agar lebih aktif dan berkelanjutan dalam penanganan masalah sampah di lingkungan masing-masing.
Selain itu penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atay Corporate Social Responsibility (CSR) harus dipastikan tepat sasaran demi mendukung program-program pembangunan kota.
Wali Kota berharap kekompakan dan sinergi antar Perangkat Daerah terus dijaga guna mewujudkan Banjarbaru yang semakin maju dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Sumber : Media Center Banjarbaru













