Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

EKOBIS · 25 Jun 2026 21:53 WIB

Tinjau Perusahaan Baja asal Tiongkok, Purbaya Tegaskan Komitmen Pemerintah Ciptakan Industri yang Sehat


 Tinjau Perusahaan Baja asal Tiongkok, Purbaya Tegaskan Komitmen Pemerintah Ciptakan Industri yang Sehat Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan bisnis secara adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Purbaya menyebut hal tersebut penting untuk menjaga iklim usaha yang sehat serta menciptakan persaingan yang setara di industri nasional, termasuk sektor baja.

Hal ini disampaikan Menkeu saat melakukan kunjungan lapangan ke salah satu perusahaan baja asal Tiongkok yang beroperasi di kawasan Pulogadung, Jakarta pada Kamis (25/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh klarifikasi atas sejumlah indikasi awal yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara skala kegiatan usaha perusahaan dengan kewajiban perpajakan yang dilaporkan.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Indonesia menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan kami bukan untuk menghambat atau mematikan usaha, melainkan memastikan terciptanya persaingan yang sehat dan adil bagi seluruh pelaku industri,” ujar Purbaya.

Berdasarkan data awal yang dimiliki pemerintah, terdapat indikasi bahwa nilai pajak yang dibayarkan perusahaan tidak sebanding dengan volume kegiatan usahanya. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan meminta perusahaan untuk menyampaikan dokumen dan data pendukung yang diperlukan guna dilakukan verifikasi lebih lanjut.

Menurut Menkeu, proses yang saat ini berlangsung masih berada pada tahap klarifikasi. Pemerintah akan melakukan pemeriksaan secara objektif berdasarkan data dan dokumen yang disampaikan perusahaan.

“Kami meminta perusahaan untuk menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan agar seluruh proses dapat dilakukan secara terbuka dan berdasarkan fakta. Dengan demikian, kita dapat melihat secara adil bagaimana praktik bisnis yang dijalankan,” jelas Purbaya.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen perusahaan menyampaikan kegiatan usaha yang dijalankan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam proses klarifikasi.

Menkeu menyambut baik sikap kooperatif tersebut dan berharap proses verifikasi dapat berjalan dengan cepat sehingga memberikan kepastian bagi semua pihak. Ia juga meminta jajaran otoritas perpajakan untuk mempercepat proses pengumpulan dan analisis data.

Selain perusahaan yang dikunjungi hari ini, pemerintah akan melakukan langkah serupa terhadap sejumlah perusahaan lain berdasarkan data dan informasi yang telah dihimpun. Upaya ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan kepatuhan perpajakan bagi seluruh pelaku usaha.

“Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, seluruh pelaku usaha harus menjalankan kewajibannya secara adil dan sesuai aturan. Dengan begitu, industri nasional dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkas Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tarik Talenta Istimewa Indonesia, Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas

15 Agustus 2026 - 03:49 WIB

Indonesia Umumkan Pusat Finansial Internasional & Dorong Pembiayaan Proyek Strategis Jangka Panjang

15 Agustus 2026 - 03:47 WIB

Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global, Presiden Prabowo Siapkan Bursa Mineral Strategis

15 Agustus 2026 - 03:44 WIB

Perketat Disiplin Fiskal, Efisiensi Pengadaan Ditargetkan Hemat Rp360 Triliun

15 Agustus 2026 - 03:42 WIB

Presiden Dorong Ekonomi Hijau Untuk Ciptakan Nilai Nyata bagi Rakyat

15 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Manusia Jadi Penentu Masa Depan Indonesia

15 Agustus 2026 - 03:37 WIB

Trending di NASIONAL