Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

ADVERTORIAL · 30 Jun 2026 18:56 WIB

Penyaluran KUR Tembus Rp2,22 Triliun, DJPb Kalsel Perkuat Pengawasan untuk Dorong UMKM


 Penyaluran KUR Tembus Rp2,22 Triliun, DJPb Kalsel Perkuat Pengawasan untuk Dorong UMKM Perbesar

Ricek.ID – Kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga 31 Mei 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp2,22 triliun atau 43,04 persen dari target sebesar Rp5,15 triliun, yang telah dimanfaatkan oleh 30.845 debitur.

Dari total tersebut, penyaluran KUR konvensional mendominasi dengan nilai Rp2,13 triliun atau 95,99 persen, sementara KUR syariah mencapai Rp88,87 miliar atau 4,01 persen.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel, Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin pada Selasa (30/6/2026) menyebutkan secara nasional, Kalsel menempati peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR dan berada di posisi kedua se-Pulau Kalimantan.

“Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai Rp776,12 miliar atau 35,01 persen yang disalurkan kepada 13.497 debitur. Berdasarkan skema, KUR Mikro mendominasi dengan penyaluran sebesar Rp1,43 triliun atau 64,46 persen kepada 27.794 debitur,” katanya.

Secara wilayah, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp385,85 miliar kepada 4.351 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp293,99 miliar kepada 2.906 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp227,89 miliar kepada 3.666 debitur.

Dari sisi lembaga penyalur, BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp1,48 triliun kepada 26.652 debitur. Selanjutnya Bank Mandiri menyalurkan Rp232,75 miliar kepada 1.876 debitur dan BNI sebesar Rp210,83 miliar kepada 660 debitur.

Selain KUR, Catur mengatakan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalsel juga terus berjalan sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Hingga akhir Mei 2026, realisasi pembiayaan UMi mencapai Rp23,49 miliar kepada 4.364 debitur, terdiri atas pembiayaan konvensional sebesar Rp3,70 miliar dan syariah sebesar Rp19,80 miliar.

“Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-28 dari 34 provinsi dalam realisasi penyaluran UMi, sedangkan di tingkat regional menempati posisi ketiga se-Kalimantan,” ucapnya.

Kota Banjarmasin kembali menjadi wilayah dengan penyaluran UMi terbesar sebesar Rp4,76 miliar kepada 814 debitur, disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp2,96 miliar kepada 548 debitur dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp2,53 miliar kepada 447 debitur.

Sektor perdagangan mendominasi penerima pembiayaan UMi dengan porsi 98,25 persen. Berdasarkan skema penyaluran, pembiayaan kelompok menjadi yang terbesar dengan nilai Rp19,80 miliar. Sementara itu, PNM menjadi penyalur UMi terbesar dengan realisasi Rp19,80 miliar kepada 3.638 debitur.

Catur menyebutkan capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses pembiayaan pemerintah kepada pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Penyaluran KUR dan pembiayaan UMi merupakan instrumen penting untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Kami akan terus memastikan agar pembiayaan ini tersalurkan secara tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Catur menambahkan, Kanwil DJPb Provinsi Kalsel terus memperkuat fungsi pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur.

“Kolaborasi dengan seluruh mitra penyalur akan terus kami tingkatkan agar keberhasilan penyaluran di daerah yang sudah tinggi, seperti Kota Banjarmasin, dapat direplikasi dan diperluas ke seluruh kabupaten/kota. Dengan demikian, distribusi pembiayaan kepada UMKM menjadi lebih merata, akuntabel, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

K-Gibran Kalsel Konsolidasi, Siapkan Struktur 13 DPD

4 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Naikkan TPP ASN Pemprov Kalsel hingga 98 Persen, Gubernur Dorong Peningkatan Kinerja

3 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Hadapi Karhutla, Satpol PP & Damkar Kalsel Perkuat Patroli & Pengamanan Ring 1 Bandara

3 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan & Jejak Budaya Banjar, Benih Siam Madu Murakata Kalsel Dibawa ke Papua

3 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Kecamatan O’o’u Kabupaten Nias Selatan Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Penduduk Terendam

3 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Padamkan Titik Api Karhutla, Gubernur Kalsel Kerahkan Ekskavator & Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

2 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Trending di ADVERTORIAL